Dokter Saddam Ingatkan Bahaya Panic Disorder pada Remaja

  • 24 Jul 2026 09:02 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Serangan panik atau panic disorder dapat terjadi secara tiba-tiba meski seseorang berada dalam situasi yang sebenarnya aman. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti sesak napas, jantung berdebar kencang, tubuh gemetar, hingga muncul rasa takut berlebihan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dokter Saddam Ismail mengatakan panic disorder bukan sekadar rasa cemas biasa atau sikap berlebihan. "Saat serangan panik terjadi, otak mengirim sinyal seolah-olah tubuh sedang menghadapi ancaman besar. Akibatnya hormon adrenalin meningkat drastis sehingga memicu jantung berdebar, sesak napas, dan muncul rasa ingin pingsan meskipun kondisi sebenarnya aman," ujarnya.

Menurut dr. Saddam, dampak panic disorder tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga memengaruhi kesehatan mental penderitanya. Rasa takut yang berulang dapat membuat seseorang enggan keluar rumah, menghindari keramaian, bahkan menarik diri dari lingkungan sosial jika tidak segera mendapatkan penanganan.

Ia menjelaskan, ketika melihat seseorang mengalami serangan panik, masyarakat sebaiknya tidak menghakimi atau menganggap kondisi tersebut sebagai tindakan mencari perhatian. Sebaliknya, penderita perlu dibawa ke tempat yang tenang, didampingi untuk mengatur napas secara perlahan, serta diberikan dukungan emosional hingga kondisinya membaik.

Dr. Saddam menegaskan bahwa panic disorder dapat ditangani dengan bantuan profesional. Karena itu, siapa pun yang mengalami serangan panik berulang dianjurkan berkonsultasi dengan psikiater atau tenaga kesehatan jiwa agar memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat, sehingga kualitas hidup tetap terjaga.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....