Sulit Memaafkan Disebut Picu Penyakit Kronis Degeneratif
- 11 Jul 2026 10:05 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Praktisi kesehatan sekaligus pendakwah, dr. Zaidul Akbar, menyampaikan pandangannya mengenai hubungan antara kondisi psikologis dengan munculnya berbagai penyakit kronis degeneratif. Menurutnya, kesehatan fisik tidak dapat dipisahkan dari kesehatan jiwa dan hati seseorang, karena keduanya saling memengaruhi dalam menjaga keseimbangan tubuh secara menyeluruh.
Dalam sebuah kajian, dr. Zaidul Akbar menjelaskan bahwa penyakit seperti jantung, kanker, stroke, diabetes, hingga gangguan autoimun tidak hanya dipengaruhi oleh faktor fisik semata. Ia menilai kondisi batin yang tidak sehat juga dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya berbagai gangguan kesehatan tersebut.
"Percayalah itu ada jiwa yang sakit. Percayalah ada hati yang bermasalah," ujarnya. Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa kesehatan mental dan emosional memiliki peran penting dalam menjaga kualitas hidup seseorang.
Ia juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan bahwa di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging yang menentukan baik atau buruknya seluruh anggota tubuh. "Kalau dia baik, baiklah semua. Dia rusak, rusaklah semua," kata dr. Zaidul Akbar saat mengutip hadis tersebut. Menurutnya, pesan tersebut menegaskan pentingnya menjaga kebersihan hati dan ketenangan jiwa sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.
Berdasarkan pengalaman yang ditemuinya, banyak penderita penyakit kronis ternyata menyimpan luka batin yang belum terselesaikan. Perasaan marah, kecewa, dendam, maupun tekanan emosional yang berlangsung dalam waktu lama dinilai dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.
Salah satu faktor yang paling sering ia temukan adalah kesulitan seseorang untuk memaafkan kesalahan orang lain. "Yang paling banyak itu yang saya temukan karena orang-orangnya begitu sulit memaafkan," ungkapnya. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk belajar berdamai dengan masa lalu, mengelola emosi dengan baik, serta menumbuhkan sikap ikhlas dan pemaaf demi menjaga kesehatan jiwa maupun raga.
Meski demikian, menjaga kesehatan tetap perlu dilakukan secara menyeluruh melalui pola makan yang sehat, aktivitas fisik yang cukup, istirahat yang memadai, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin. Dengan memadukan kesehatan fisik, mental, dan spiritual, seseorang diharapkan dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan terhindar dari berbagai penyakit kronis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....