Perhatikan Habis Makan Mengantuk dan Tertidur

  • 29 Jun 2026 10:37 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Pernah merasa sangat mengantuk setelah makan siang hingga ingin langsung tidur ? Kondisi ini ternyata cukup umum dan dalam dunia medis dikenal sebagai postprandial somnolence atau sering disebut food coma. Meski biasanya tidak berbahaya, kebiasaan langsung tidur setelah makan tetap perlu diperhatikan.

Rasa kantuk setelah makan muncul karena tubuh sedang bekerja mencerna makanan. Proses ini melibatkan berbagai perubahan hormon, metabolisme, dan sinyal dari saluran pencernaan yang dapat membuat seseorang merasa lebih rileks dan mengantuk. Makanan tinggi karbohidrat, gula, dan lemak juga diketahui dapat meningkatkan rasa kantuk setelah makan.

Para ahli menjelaskan bahwa mengantuk setelah makan umumnya merupakan respons normal tubuh, terutama setelah mengonsumsi porsi besar. Namun, jika rasa kantuk sangat berat hingga sering tertidur atau mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut bisa berkaitan dengan kurang tidur, gangguan metabolisme, diabetes, atau masalah kesehatan lainnya yang perlu diperiksakan ke dokter.

Lalu, apakah langsung tidur setelah makan berbahaya? Tidur sesekali setelah makan umumnya tidak menimbulkan masalah serius. Namun, berbaring segera setelah makan dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung pada sebagian orang, terutama mereka yang memiliki riwayat gangguan lambung atau GERD. Selain itu, kebiasaan ini juga dapat membuat tubuh terasa lebih lemas saat bangun.

Untuk mengurangi rasa kantuk setelah makan, para ahli menyarankan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, tidak makan berlebihan, cukup tidur pada malam hari, serta melakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki selama 10–15 menit setelah makan. Cara ini dapat membantu menjaga energi dan meningkatkan kewaspadaan.

Kesimpulannya, mengantuk setelah makan umumnya merupakan hal yang normal dan tidak berbahaya. Namun, jika terjadi secara berlebihan, disertai gejala lain, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mencari penyebabnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....