Fenomena “Revenge Bedtime Procrastination”, Sering Menunda Tidur
- 19 Jun 2026 20:14 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Setelah menjalani hari yang padat dengan pekerjaan, tugas, dan berbagai tanggung jawab, banyak orang justru memilih tetap terjaga hingga larut malam. Padahal mereka tahu harus bangun pagi keesokan harinya. Fenomena ini dikenal sebagai Revenge Bedtime Procrastination.
Istilah tersebut menggambarkan kebiasaan menunda tidur untuk mendapatkan waktu luang yang dirasa tidak dimiliki sepanjang hari. Seseorang mungkin menghabiskan waktu berjam-jam menonton video, bermain media sosial, membaca, atau sekadar bersantai meskipun tubuh sebenarnya sudah lelah.
Secara psikologis, perilaku ini sering muncul ketika seseorang merasa sebagian besar waktunya dikendalikan oleh kewajiban. Setelah seharian bekerja atau mengurus berbagai hal, malam hari menjadi satu-satunya kesempatan untuk melakukan sesuatu yang benar-benar diinginkan. Akibatnya, waktu tidur sering "dikorbankan" demi mendapatkan rasa bebas tersebut.
Sayangnya, kebiasaan ini dapat menimbulkan efek berantai. Kurang tidur membuat tubuh lebih mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan suasana hati menjadi kurang stabil. Ketika energi berkurang pada siang hari, produktivitas menurun, sehingga pekerjaan terasa semakin berat dan siklus yang sama terus berulang.
Para ahli menyarankan agar waktu untuk diri sendiri tidak hanya dicari menjelang tidur. Menyisipkan jeda singkat untuk melakukan hal yang disukai di sela aktivitas harian dapat membantu mengurangi keinginan untuk begadang.
Mencari hiburan setelah hari yang melelahkan tentu bukan hal yang salah. Namun, menjaga keseimbangan antara kebutuhan istirahat dan kebutuhan akan waktu pribadi menjadi kunci agar tubuh dan pikiran tetap sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....