Kerokan tidak di sarankan saat alami nyeri dada
- 15 Jun 2026 11:05 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Dr. Febtusia Puspita Sari, mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan metode pengobatan tradisional berupa kerokan sebagai pertolongan pertama ketika mengalami nyeri dada. Menurutnya, keluhan nyeri dada perlu mendapat perhatian serius karena dapat menjadi gejala berbagai gangguan kesehatan, termasuk penyakit jantung yang memerlukan penanganan medis segera.
Dr. Febtusia menjelaskan bahwa saat seseorang menjalani kerokan, munculnya warna merah pada kulit sebenarnya terjadi akibat pecahnya pembuluh darah kecil di permukaan kulit. Bekas kemerahan tersebut bukanlah tanda keluarnya penyakit dari dalam tubuh, melainkan respons jaringan kulit terhadap gesekan dan tekanan yang diberikan saat proses kerokan berlangsung.
Dokter yang juga berafiliasi dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia itu mengatakan, praktik kerokan umumnya dilakukan dengan bantuan balsem atau minyak yang memberikan sensasi hangat pada kulit. Selain itu, gerakan menggosok dan memberikan tekanan pada area tertentu dapat membuat otot terasa lebih rileks sehingga sebagian orang merasa lebih nyaman setelah menjalani kerokan.
Menurutnya, rasa nyaman yang dirasakan setelah kerokan lebih banyak dipengaruhi oleh efek hangat dari balsem, relaksasi otot, serta faktor sugesti psikologis. Efek tersebut memang dapat memberikan perasaan lebih baik untuk sementara waktu, namun tidak berarti sumber penyakit atau penyebab keluhan telah teratasi.
Dr. Febtusia menambahkan bahwa balsem yang digunakan saat kerokan dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah di permukaan kulit. Akan tetapi, efek tersebut hanya bersifat sementara dan tidak mampu mengobati penyebab utama dari keluhan yang dialami pasien. Karena itu, kerokan tidak dapat dijadikan terapi untuk mengatasi gangguan kesehatan yang lebih serius.
Khusus pada kasus nyeri dada yang berhubungan dengan penyakit jantung, kerokan sama sekali tidak dapat menghilangkan penyumbatan pada pembuluh darah koroner maupun memperbaiki aliran darah ke jantung. Jika nyeri dada disebabkan oleh penyempitan atau sumbatan pembuluh darah, maka penanganan yang tepat harus dilakukan melalui pemeriksaan dan terapi medis sesuai diagnosis dokter.
Ia mengimbau masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis apabila mengalami nyeri dada yang berlangsung beberapa menit, terasa menekan, menjalar ke lengan, leher, rahang, atau disertai sesak napas, keringat dingin, dan mual. Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat, terutama jika keluhan tersebut berkaitan dengan serangan jantung.
“Kerokan mungkin memberikan rasa nyaman sementara, tetapi tidak boleh menggantikan pemeriksaan medis, terutama pada keluhan nyeri dada yang berpotensi berkaitan dengan penyakit jantung. Semakin cepat pasien mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat, semakin besar peluang untuk mencegah dampak yang lebih serius,” tegas Dr. Febtusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....