Peralatan Dapur yang Harus diganti Secara Berkala

  • 30 Jun 2026 11:40 WIB
  •  Jambi

RRI. CO. ID Jambi - Peralatan dapur merupakan benda yang digunakan setiap hari untuk mengolah dan menyajikan makanan. Seiring waktu, peralatan tersebut akan mengalami kerusan akibat pemakaian dan proses pembersihan yang berulang. Tingkat keausannya memang berbeda-beda, tergantung pada frekuensi penggunaan dan cara perawatannya. Namun, ada beberapa peralatan dapur yang sebaiknya diganti secara berkala demi menjaga kebersihan dan kesehatan keluarga.

Melansir dari Eating Well, sejumlah pakar menyarankan agar beberapa perlengkapan dapur rutin diganti karena berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri atau kehilangan fungsi sehingga dapat meningkatkan risiko kontaminasi makanan. Di antaranya adalah spons cuci piring, peralatan berbahan kayu, talenan, wadah penyimpanan makanan, hingga wajan antilengket.

Ilmuwan pangan utama di Aqualab by Addium, Zachary Cartwright, Ph.D., menjelaskan bahwa spons cuci piring merupakan salah satu benda dengan risiko penumpukan mikroba paling tinggi. Struktur spons yang berpori mampu memerangkap kelembapan, sisa makanan, serta bakteri sehingga menjadi tempat ideal bagi mikroorganisme untuk berkembang biak.

Menurut Cartwright, meskipun spons sering dibersihkan atau disanitasi, materialnya akan tetap mengalami kerusakan dan kehilangan efektivitas dalam membersihkan. Oleh karena itu, ia merekomendasikan agar spons dapur diganti setiap beberapa minggu sekali. Sementara itu, lap piring dan sikat cuci piring juga perlu diperhatikan kondisinya. Jika bulu sikat mulai rata atau kemampuan membersihkannya menurun, sebaiknya segera diganti. Secara umum, sikat cuci piring disarankan diganti setiap tiga bulan pemakaian.

Selain spons, talenan juga membutuhkan perhatian khusus. Ahli gizi kuliner Helen Ohw Kim, RD, CDN, MPH, menyarankan agar talenan, terutama yang berbahan plastik, diganti setiap beberapa bulan atau ketika permukaannya sudah dipenuhi goresan yang sulit dibersihkan. Goresan tersebut dapat menjadi tempat bersarangnya bakteri.

Kim juga mengingatkan pentingnya menggunakan talenan yang berbeda untuk bahan makanan mentah dan makanan siap santap. Pemisahan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang yang dapat meningkatkan risiko keracunan makanan.

Peralatan lain yang tidak kalah penting adalah wadah penyimpanan makanan. Baik wadah yang dibeli baru maupun wadah bekas kemasan makanan siap saji dapat digunakan kembali selama kondisinya masih baik. Masa pakainya bisa berkisar antara enam bulan hingga beberapa tahun, tergantung kualitas bahan, frekuensi penggunaan, dan cara perawatannya. Namun, jika wadah mulai retak, berubah warna, melengkung, atau sulit dibersihkan, sebaiknya segera diganti.

Kim juga menyoroti penggunaan wajan antilengket. Ketika lapisan antilengket mulai terkelupas atau tidak lagi berfungsi dengan baik, wajan tersebut sebaiknya tidak digunakan lagi. Lapisan yang rusak dapat terlepas dan bercampur dengan makanan selama proses memasak, sehingga lebih aman untuk menggantinya dengan yang baru.

Sementara itu, kebersihan handuk dapur juga tidak boleh diabaikan. Handuk yang digunakan khusus untuk mengeringkan piring bersih sebaiknya dicuci setidaknya satu kali setiap minggu. Namun, apabila digunakan setiap hari dan sering dalam kondisi basah, handuk perlu diperas setelah digunakan lalu dibentangkan hingga benar-benar kering untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

Mengganti peralatan dapur secara berkala mungkin terlihat sebagai hal sederhana, tetapi langkah ini dapat membantu menjaga kebersihan dapur, mengurangi risiko kontaminasi makanan, dan melindungi kesehatan seluruh anggota keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....