Anggapan terhadap Nutrisi susu UHT

  • 07 Jun 2026 11:39 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Mengenai apakah nutrisi susu hilang setelah dipanaskan kerap muncul, terutama saat membahas susu UHT (Ultra High Temperature) yang diproses menggunakan suhu sangat tinggi sebelum dikemas. Banyak orang beranggapan bahwa pemanasan tinggi dapat merusak seluruh kandungan gizi susu. Namun, para ahli menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Dr. Efi Taufik, S.Pt., MVPH., M.Si., menjelaskan bahwa proses pemanasan pada susu UHT tidak serta-merta menghilangkan kandungan gizinya. Menurutnya, teknologi UHT dirancang untuk membunuh mikroorganisme berbahaya dengan menggunakan suhu tinggi dalam waktu yang sangat singkat, sehingga sebagian besar zat gizi utama dalam susu tetap dapat dipertahankan.

Prof. Efi menuturkan bahwa masih banyak masyarakat yang membayangkan susu UHT dipanaskan langsung di atas api hingga mendidih dalam waktu lama. Padahal, proses yang terjadi di industri sangat berbeda. Dalam teknologi UHT, susu dipanaskan menggunakan uap panas (steam) yang mengalir di luar pipa tempat susu berada. Dengan sistem ini, susu tidak bersentuhan langsung dengan sumber panas sehingga kualitasnya tetap terjaga.

Pada umumnya, susu UHT dipanaskan pada suhu sekitar 130–140 derajat Celsius selama 2 hingga 4 detik saja. Waktu pemanasan yang sangat singkat ini menjadi salah satu faktor penting yang membantu meminimalkan kerusakan zat gizi. Menurut Prof. Efi, prinsip utama dalam pengolahan susu adalah menjaga keseimbangan antara suhu dan waktu pemanasan. Dengan kombinasi yang tepat, bakteri dapat dimatikan secara efektif tanpa menimbulkan perubahan besar pada kandungan nutrisi susu.

Memang terdapat beberapa vitamin yang sensitif terhadap panas dan mengalami sedikit penurunan selama proses pemanasan. Namun, jumlah yang hilang relatif kecil. Sementara itu, kandungan gizi utama seperti protein, lemak, karbohidrat, kalsium, dan mineral lainnya tetap terjaga dengan baik. Karena itu, susu UHT tetap menjadi sumber nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.

Prof. Efi juga mengingatkan bahwa kualitas susu UHT tidak hanya ditentukan oleh proses produksinya, tetapi juga cara penyimpanannya setelah kemasan dibuka. Meski dapat disimpan pada suhu ruang sebelum dibuka, susu UHT harus segera disimpan di dalam lemari pendingin setelah kemasan dibuka untuk mencegah kontaminasi dari lingkungan sekitar. Dengan penyimpanan yang tepat, kualitas dan keamanan susu tetap terjaga hingga saat dikonsumsi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....