Penggunaan Pembersih Tangan Berlebihan Bisa Merusak Kulit

  • 29 Jun 2026 15:14 WIB
  •  Jambi

RRI. CO. ID. Jambi - Penggunaan pembersih tangan (hand sanitizer) maupun kebiasaan mencuci tangan secara rutin memang menjadi langkah penting untuk menjaga kebersihan, mencegah penyebaran infeksi, dan melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Namun, para ahli mengingatkan bahwa penggunaan yang berlebihan justru dapat menimbulkan berbagai gangguan pada kesehatan kulit, terutama pada tangan.

Konsultan dermatologi di Rumah Sakit Zynova Shalby, Mumbai, Dr. Surbhi Deshpande, menjelaskan bahwa penggunaan pembersih tangan secara terus-menerus, terutama yang berbahan dasar alkohol, serta kebiasaan terlalu sering mencuci tangan dapat merusak lapisan pelindung alami kulit. Akibatnya, kulit menjadi kering, terasa gatal, mudah iritasi, hingga mengalami retakan yang menimbulkan rasa nyeri.

Menurutnya, kandungan alkohol dalam hand sanitizer memang efektif membunuh kuman, tetapi juga dapat menghilangkan minyak alami yang berfungsi menjaga kelembapan kulit. Pada orang yang memiliki kulit sensitif, kondisi ini dapat memicu kemerahan, kulit pecah-pecah, dan meningkatkan risiko iritasi.

Dr. Surbhi juga menjelaskan bahwa salah satu dampak yang kerap muncul adalah eksim tangan, yaitu kondisi peradangan pada kulit yang ditandai dengan kulit kering, kemerahan, gatal, dan iritasi. Eksim terjadi ketika lapisan pelindung kulit melemah akibat paparan berulang terhadap bahan kimia, seperti sabun, deterjen, maupun pembersih tangan berbasis alkohol.

Apabila tidak ditangani dengan baik, penderita eksim tangan cenderung terus menggaruk area yang terasa gatal sehingga dapat memperparah kerusakan kulit. Luka akibat garukan juga meningkatkan risiko infeksi oleh bakteri maupun jamur. Dalam kasus yang lebih berat, retakan pada kulit dapat semakin dalam hingga menyebabkan perdarahan dan rasa nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami eksim tangan antara lain tenaga kesehatan, ibu rumah tangga, staf salon, petugas kebersihan, hingga pekerja kantoran yang sering mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer berulang kali sepanjang hari. Kondisi ini dapat menghambat berbagai aktivitas, seperti memasak, mengetik, membersihkan rumah, maupun pekerjaan lain yang melibatkan penggunaan tangan secara intensif.

Penanganan eksim tangan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala yang dialami. Dokter umumnya akan menyarankan penggunaan pelembap secara rutin untuk memperbaiki lapisan pelindung kulit, serta memberikan krim obat sesuai kebutuhan. Pada kondisi tertentu, terapi dapat dilengkapi dengan obat antihistamin untuk mengurangi rasa gatal maupun obat antiinflamasi guna meredakan peradangan.

Para ahli juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan tangan secara bijak. Gunakan hand sanitizer ketika air dan sabun tidak tersedia, pilih produk yang mengandung pelembap bila memungkinkan, dan selalu aplikasikan krim pelembap setelah mencuci tangan atau menggunakan pembersih tangan. Langkah sederhana ini dapat membantu menjaga kesehatan kulit tanpa mengurangi manfaat kebersihan tangan dalam mencegah penyebaran penyakit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....