Waspada dan Bahaya TBC di Provinsi Jambi, Kenali Gejalanya dan Cegah
- 19 Mei 2026 13:41 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Penyakit Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu ancaman kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, tidak terkecuali di Provinsi Jambi. Komitmen lintas sektor terus digenjot untuk menekan angka penularan dan memutuskan mata rantai penyakit yang menyerang paru-paru ini.
Koordinator Program Resilient and Sustainable Systems for Health (RSSH) AIDS, Tuberculosis, and Malaria (ATM) Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Wilayah Provinsi Jambi, Didik Sunaryadi, mengingatkan masyarakat akan bahaya laten TBC jika tidak ditangani secara cepat dan tepat.
Menurut Didik, salah satu tantangan terbesar dalam penanggulangan TBC saat ini adalah memutus stigma negatif di masyarakat dan mendeteksi kasus sedini mungkin.
"TBC bukan penyakit kutukan atau keturunan. Ini adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bahaya utamanya adalah ketika penderita tidak menyadari dirinya tertular, lalu menularkannya kepada keluarga atau orang di sekitarnya," ujar Didik saat diwawancarai oleh RRI, Selasa 19 Mei 2026.
Didik menekankan bahwa TBC bisa berakibat fatal, bahkan menyebabkan kematian jika diabaikan. Selain itu, salah satu ancaman yang kian mengkhawatirkan adalah fenomena TBC Resistan Obat (TBC-RO). Kondisi ini terjadi ketika bakteri TBC dalam tubuh pasien sudah kebal terhadap obat-obatan standar akibat pengobatan yang terputus atau tidak teratur.
"Jika pasien TBC biasa harus minum obat selama 6 bulan berturut-turut, pasien TBC-RO penanganannya jauh lebih kompleks. Masa pengobatannya bisa memakan waktu hingga hitungan tahun dengan efek samping yang lebih berat. Oleh karena itu, kepatuhan minum obat adalah kunci mutlak," jelasnya.
Adinkes Jambi terus mendorong masyarakat untuk peka terhadap gejala awal TBC. Didik mengimbau jika ada warga yang mengalami gejala-gejala berikut agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasykes) terdekat:
Batuk berdahak secara terus-menerus selama 2 minggu atau lebih.
Mengalami demam meriang yang berkepanjangan.
Berat badan menurun drastis tanpa alasan yang jelas serta kehilangan nafsu makan.
Keluar keringat berlebih pada malam hari meskipun tanpa melakukan aktivitas fisik.
"Semua Puskesmas di wilayah Provinsi Jambi saat ini sudah dilengkapi dengan sarana diagnosis dan obat-obatan TBC yang disediakan oleh pemerintah secara gratis. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk takut atau ragu berobat," tambah Didik.
Kolaborasi RSSH ATM Adinkes Jambi
Sebagai Koordinator Program RSSH ATM Adinkes, Didik menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat sistem kesehatan di daerah, baik melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, pemenuhan logistik, hingga pelibatan komunitas untuk melakukan pelacakan kontak (contact tracing).
Di akhir wawancara, Didik mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari perangkat desa, kader kesehatan, hingga keluarga, untuk saling peduli dan tidak mengucilkan penderita TBC.
"Target eliminasi TBC tidak akan tercapai tanpa kerja sama kita semua. Jika ada keluarga yang batuk lama, segera antarkan ke Puskesmas. Temukan TBC, Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC) harus kita gaungkan bersama demi Jambi yang lebih sehat," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....