Dampak Perubahan Cuaca Ekstrem (Hujan ke Panas) terhadap Kesehatan
- 04 Mei 2026 12:48 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba, seperti dari hujan ke panas terik, menjadi fenomena yang semakin sering dirasakan. Kondisi ini bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan tubuh. Perubahan suhu dan kelembapan yang drastis membuat tubuh harus beradaptasi dengan cepat, dan tidak semua orang mampu melakukannya dengan baik.
Berikut dampak cuaca ekstrim bagi kesehatan tubuh :
1. Menurunnya Daya Tahan Tubuh
Perubahan cuaca ekstrem dapat melemahkan sistem imun. Saat tubuh belum sempat beradaptasi dengan kondisi dingin akibat hujan, tiba-tiba harus menghadapi panas, maka daya tahan tubuh bisa menurun. Akibatnya, seseorang lebih rentan terserang penyakit seperti flu, batuk, dan demam.
2. Munculnya Penyakit Pernapasan
Peralihan dari udara lembap ke panas sering memicu gangguan pernapasan. Udara lembap saat hujan dapat meningkatkan pertumbuhan jamur dan bakteri, sedangkan udara panas cenderung membawa debu dan polusi. Kombinasi ini dapat memperparah kondisi seperti asma, bronkitis, dan alergi.
3. Risiko Dehidrasi
Setelah hujan, suhu yang tiba-tiba menjadi panas dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Banyak orang tidak menyadari kebutuhan cairan yang meningkat dalam kondisi ini, sehingga risiko dehidrasi menjadi lebih tinggi.
4. Gangguan Kulit
Perubahan kelembapan udara juga berdampak pada kesehatan kulit. Saat hujan, kulit cenderung lembap, sementara saat panas menjadi kering. Hal ini bisa menyebabkan iritasi, kulit kering, hingga munculnya jerawat atau infeksi kulit.
5. Kelelahan dan Penurunan Konsentrasi
Tubuh yang terus beradaptasi dengan perubahan cuaca ekstrem dapat mengalami kelelahan. Kondisi ini juga memengaruhi konsentrasi dan produktivitas, terutama bagi mereka yang bekerja di luar ruangan.
6. Meningkatnya Risiko Penyakit Musiman
Perubahan cuaca yang tidak menentu sering memicu penyakit musiman seperti demam berdarah, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan penyakit pencernaan. Hal ini disebabkan oleh perubahan lingkungan yang mendukung berkembangnya vektor penyakit seperti nyamuk dan bakteri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....