Dampaknya sering makan Mie Instan untuk Kesehatan
- 27 Apr 2026 16:52 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi – Mengutip Ahli Nutritionist Lead di Youvit Rachel Olsen yang mengungkapkan bahwa mie instan sebaiknya tidak dijadikan menu sarapan rutin. Hal ini disebabkan kandungan bumbu mie instan yang tinggi natrium serta adanya lemak jenuh yang jika dikonsumsi berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Sarapan idealnya memberikan energi sekaligus nutrisi seimbang, bukan sekadar mengenyangkan.
Mie instan memang kerap menjadi pilihan praktis saat lapar karena mudah dibuat, cepat disajikan, dan harganya terjangkau. Namun, di balik kepraktisannya, konsumsi berlebihan dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Di antaranya peningkatan tekanan darah, gangguan ginjal, gangguan pencernaan, hingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Kandungan garam yang tinggi menjadi salah satu faktor utama yang perlu diwaspadai.
Selain itu, kebiasaan mengombinasikan mie instan dengan nasi juga tidak dianjurkan. Kombinasi ini membuat asupan karbohidrat dan kalori menjadi sangat tinggi, bahkan bisa mencapai sekitar 750 kkal dalam satu porsi. Sayangnya, jumlah kalori yang besar tersebut tidak diimbangi dengan kandungan nutrisi penting seperti serat, vitamin, dan protein. Kondisi ini berpotensi memicu obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, hingga membebani kerja pankreas dan hati dalam jangka panjang.
Kebiasaan tersebut juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan gizi. Tubuh memang mendapatkan energi dalam jumlah besar, tetapi kekurangan zat gizi esensial yang dibutuhkan untuk menjaga fungsi organ dan metabolisme. Jika terus dilakukan, pola makan seperti ini bisa berdampak pada penurunan kualitas kesehatan secara keseluruhan, terutama bila disertai gaya hidup kurang aktif.
Meski demikian, mie instan tetap bisa dikonsumsi dengan cara yang lebih aman. Batasi konsumsi maksimal satu kali dalam seminggu, pilih produk dengan kandungan natrium lebih rendah, serta tambahkan sayuran, telur, atau sumber protein seperti ayam untuk meningkatkan nilai gizinya. Selain itu, hindari penggunaan seluruh bumbu instant cukup gunakan sebagian saja untuk mengurangi asupan garam berlebih. Dengan cara ini, risiko kesehatan dapat ditekan tanpa harus sepenuhnya menghindari makanan praktis tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....