Cegah Cedera saat Fitnes Aman Bagi Pemula
- 27 Apr 2026 01:04 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Tren berolahraga di pusat kebugaran atau gym kini makin digandrungi oleh masyarakat Kota Jambi, khususnya di kalangan milenial dan Gen Z. Hasrat untuk memiliki tubuh ideal sekaligus menjaga kebugaran sering kali menjadi motivasi utamanya.
Namun sayangnya, antusiasme tinggi ini kerap tak dibarengi dengan literasi olahraga yang memadai, sehingga justru memicu tingginya angka cedera fisik. Banyak pemula yang langsung mengangkat beban berat tanpa didampingi instruktur, hanya karena termakan gengsi atau sekadar ikut-ikutan tren di media sosial.
Menyoroti fenomena tersebut, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Hendra Pratama, Sp.KO, mengingatkan bahwa fitnes bukanlah sekadar adu kuat mengangkat besi.
"Banyak pemula yang terkena ego lifting, memaksakan diri mengangkat beban di luar batas kapasitas ototnya. Padahal, teknik yang salah ditambah beban berlebih adalah resep paling cepat untuk mengundang cedera sendi dan robekan otot," tegas dr. Hendra saat ditemui hari ini, Senin (27 April).
Menurut ahlinya, cedera fatal seperti saraf terjepit di punggung bawah (HNP) hingga dislokasi bahu sering kali berawal dari kesalahan sepele saat berlatih. Untuk itu, dr. Hendra membeberkan sejumlah aturan emas bagi para pemula agar aktivitas gym membawa manfaat kesehatan, bukan petaka:
Pemanasan Hukumnya Wajib: Jangan pernah menyentuh alat beban sebelum otot dan sendi Anda "panas". Lakukan peregangan dinamis dan kardio ringan selama 10-15 menit untuk melancarkan aliran darah ke otot dan melumasi persendian.
Fokus pada Postur (Form), Bukan Beban: Otot pada dasarnya tidak tahu seberapa berat plat besi yang Anda angkat; ia hanya merespons tekanan yang diberikan. Pastikan postur tubuh dan rentang gerakan sudah benar (perfect form) menggunakan beban ringan terlebih dahulu, sebelum perlahan menaikkan intensitasnya.
Kenali Sinyal Bahaya Tubuh: Rasa pegal otot setelah latihan (DOMS) adalah hal yang wajar. Namun, rasa sakit yang tajam bak tertusuk di area persendian adalah sinyal peringatan. Segera hentikan gerakan jika tubuh memberi sinyal nyeri yang tidak wajar.
Otot Tumbuh Saat Istirahat: "Otot Anda tidak terbentuk saat Anda berkeringat di gym, melainkan saat Anda tidur dan makan," ungkapnya. Beri jeda istirahat pada kelompok otot yang dilatih minimal 48 jam, serta penuhi asupan protein harian untuk fase perbaikan sel.
Di akhir penjelasannya, dr. Hendra sangat menyarankan agar para pemula tidak ragu menyewa jasa pelatih pribadi (Personal Trainer) setidaknya di bulan-bulan pertama. Hal ini sangat vital untuk membangun memori otot (muscle memory) dan fondasi gerakan dasar yang benar.
Berolahraga sejatinya adalah investasi kesehatan jangka panjang. Jangan sampai niat awal ingin hidup sehat dan bugar justru berujung panjang di meja perawatan fisioterapi hanya karena kecerobohan semata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....