Lebih Amankah Rokok VapeDibandingkan Rokok Konvensional

  • 14 Apr 2026 09:18 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi – Belakangan banyak perokok beralih ke rokok elektronik atau vape. Penggunaan rokok elektronik atau vape kerap dianggap sebagai alternatif yang lebih aman dibanding rokok konvensional. Padahal di balik citra tersebut, vape memiliki risiko kesehatan yang tidak bisa diabaikan termasuk mengandung zat pemicu kanker.

Namun pada realitanya, vape tetap bisa memicu kecanduan atau adiktif karena ada kandungan nikotin di dalamnya. Dan sekitar 79,5 persen pengguna vape mengalami adiksi karena kandungan nikotin. Ketergantungan tersebut juga mendorong pengguna beralih ke rokok konvensional. Diperkirakan 40 sampai 50 persen pengguna menjadi dual user, menggunakan vape dan rokok konvensional.

Cairan vape mengandung bahan karsinogen atau zat pemicu kanker seperti formaldehida dan asetaldehida. Itu artinya, meski rokok elektronik tidak mengandung tar seperti rokok konvensional, berbagai zat kimia dalam vape tetap berpotensi memicu kanker.

Memang bukti pada manusia memang masih terbatas karena penggunaan vape relatif baru, namun studi laboratorium menunjukkan adanya risiko tersebut.

Zat toksik dalam rokok elektronik atau vape dapat memicu peradangan di saluran pernapasan dan pembuluh darah. Paparan zat tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut, pneumonia, asma, hingga penyakit paru kronik.

Dalam praktik klinis, juga kerap kali ditemukan sejumlah kasus gangguan paru pada pengguna vape. Kasus yang sering ditemukan antara lain pneumonia, asma, hingga pneumotoraks atau paru-paru bocor. Selain itu terdapat potensi cedera paru akut akibat rokok elektronik atau yang dikenal sebagai EVALI, yang dalam beberapa kasus dapat menyebabkan sesak napas berat hingga memerlukan perawatan intensif.

Harus juga dipahami terkait paparan zat dari vape dapat berdampak pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung serta stroke dalam jangka panjang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....