Bedak Tabur Berisiko Bagi Kesehatan Bayi

  • 31 Mar 2026 23:53 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Kebiasaan menaburkan bedak di area kemaluan bayi setelah mandi masih sering dilakukan oleh sebagian orang tua dengan tujuan menjaga kulit tetap kering dan harum. Namun, praktik ini ternyata menyimpan risiko bagi kesehatan bayi.

Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Saddam Ismail, menjelaskan bahwa penggunaan bedak tabur pada bayi dapat membahayakan, terutama jika partikel halusnya terhirup.

“Partikel bedak sangat halus dan mudah berterbangan, sehingga berisiko masuk ke saluran pernapasan bayi dan menyebabkan gangguan seperti sesak napas hingga peradangan paru,” jelasnya, Selasa 31 Maret 2026.

Selain itu, penggunaan bedak di area sensitif bayi juga dapat memicu masalah kulit. Bedak yang bercampur dengan keringat atau urine dapat menggumpal dan menutup pori-pori kulit. Kondisi ini berpotensi menjadi sarang bakteri yang menyebabkan iritasi, lecet, hingga kemerahan pada kulit bayi.

dr. Saddam menyarankan agar orang tua menghindari penggunaan bedak tabur, terutama di area lipatan tubuh dan kemaluan bayi. Sebagai alternatif, cukup keringkan tubuh bayi menggunakan handuk lembut setelah mandi untuk menjaga kelembapan kulit.

Jika muncul ruam, orang tua dianjurkan menggunakan krim khusus bayi yang aman dan sesuai anjuran tenaga medis. Dengan perawatan yang tepat, kesehatan kulit bayi dapat terjaga tanpa harus menggunakan produk yang berisiko.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....