Stigma Kanker Hambat Deteksi Dini Pasien
- 23 Feb 2026 15:25 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Stigma kanker sebagai aib masih melekat di sebagian masyarakat. Pandangan tersebut memicu terjadinya isolasi sosial serta menimbulkan ketakutan bagi penderita untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Akibatnya, upaya deteksi dini dan dukungan emosional terhadap penderita kanker menjadi terhambat.
Koordinator Yayasan Pencegahan Kanker Nusantara Cabang Jambi, Nelva Susanti, menjelaskan bahwa kanker merupakan penyakit medis yang dipicu oleh berbagai faktor seperti lingkungan dan gaya hidup. Pemahaman yang keliru di masyarakat membuat penyakit ini sering dianggap sebagai sesuatu yang memalukan, sehingga penderita enggan mencari bantuan medis sejak dini.
“Stigma bahwa kanker adalah aib membuat banyak pasien menutup diri dan takut memeriksakan kondisinya ke fasilitas kesehatan,” ujarnya, 23 Februari 2026.
Menurut Nelva, kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat lebih memilih pengobatan alternatif dibandingkan langsung memeriksakan diri ke layanan kesehatan. Padahal, langkah tersebut dapat menghambat proses diagnosis dan penanganan yang seharusnya dilakukan sedini mungkin.
Ia menegaskan, pilihan menunda pemeriksaan medis berpotensi memperburuk kondisi pasien karena penanganan yang tepat menjadi tertunda. “Deteksi dan penanganan dini sangat berpengaruh terhadap peluang kesembuhan penderita kanker,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....