Teladan Rasululloh dalam Perkara Tidur

  • 15 Feb 2026 13:56 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi – Bagi umat muslim Nabi Muhammad SAW atau Rasululloh adalah pribadi yang sangat luar biasa. Rasululloh dijuluki sebagai suri teladan, karena segala hal yang dilakukan oleh beliau menjadi contoh. Rasululloh diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia, maka dari itu segala aktivitasnya disunahkan untuk ditiru. Mulai dari berniaga, cara beliau bergaul, bahkan dari bangun tidur sampai tidur lagi, semua aktivitasnya patut untuk diteladani.

Sebagai umat Rasululloh, sudah sepatutnya kita mengikuti sunnah beliau, termasuk rutinitas atau cara tidur yang Rasululloh lakukan. Selain karena sunnah, cara tidur ala Rasululloh juga sangat baik untuk kesehatan, yaitu:

  1. Tidur miring ke kanan

Sebagaimana sabda Rasululloh dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu." (HR. Bukhari dan Muslim). Sebelum tidur, Rasululloh selalu memastikan posisi tidurnya sudah benar, yakni tidur miring ke arah kanan.

  1. Tidur tanpa cahaya lampu

Sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadis riwayat Imam Bukhari, “Padamkanlah lampu-lampu di malam hari pada saat kalian tidur malam, kuncilah pintu dan tutuplah bejana, makanan dan minuman.” Selain tidur miring ke kanan, Rasululloh juga tidur dengan keadaan cahaya lampu dimatikan.

Ternyata tidur dengan mematikan cahaya lampu juga dapat meningkatkan kualitas tidur dan menjaga kesehatan mata dan kulit. Bahkan, paparan cahaya saat tidur di malam hari dapat mengganggu siklus menstruasi pada perempuan. Paparan cahaya dan siklus tidur yang tidak teratur dapat mengganggu kesuburan perempuan dan laki-laki dari waktu ke waktu.

  1. Menempelkan tangan kanan di bawah pipi kanan
  2. Jangan tidur dengan posisi tengkurap

Rasululloh sangat menghindari tidur dengan posisi tengkurap. Sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasululloh, “Bapakku menceritakan kepadaku bahwa ketika aku tidur di masjid di atas perutku (tengkurap), tiba-tiba ada seseorang yang menggerakkan kakiku dan berkata, ‘Sesungguhnya tidur yang seperti ini dimurkai oleh Alloh.’ Bapakku berkata, ‘Setelah aku melihat ternyata beliau adalah Rasululloh SAW.” (HR. Thabrani).

  1. Tidak banyak begadang

Waktu tidur Rasululloh adalah setelah salat Isya'. Orang-orang seperti kita ini; pekerja, mahasiswa, dan kalangan yang lain, yang hidup di zaman ini tentu cukup sulit untuk mengikuti jam tidur Rasulullah. Akan tetapi, dalam agama Islam juga dianjurkan jika kita sudah selesai dengan urusan yang lain, maka segeralah menyelesaikan urusan lainnya. Dan Rasululloh juga bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, “Bahwasanya Rasululloh SAW membenci tidur malam sebelum (salat Isya’) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Maka dalam hal ini, begadang memang tidak diperbolehkan ketika digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, karena itu hanya akan mengganggu kesehatan tubuh. Akan tetapi, ketika masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan, maka segeralah selesaikan satu persatu agar jam tidur tidak sampai larut malam.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....