Disentri Berbeda Dengan Diare

  • 31 Okt 2024 22:45 WIB
  •  Jambi

KBRN, Jambi : Disentri adalah penyakit infeksi pada usus yang menyebabkan diare berair disertai darah atau lendir. Berbeda dengan diare biasa yang umumnya bisa sembuh sendiri, disentri cenderung dapat menimbulkan diare parah, sehingga perlu ditangani oleh dokter.

Disentri disebabkan oleh infeksi bakteri atau parasit. Penyakit ini bersifat menular dan dapat berbahaya, jika tidak ditangani dengan tepat. Disentri yang tidak diobati bisa mengakibatkan komplikasi yang berat, seperti sepsis, dehidrasi parah, syok, kerusakan usus, penumpukan nanah di dalam liver (abses hati), atau penyakit ginjal.

Berdasarkan penyebabnya, disentri dibagi dua, yaitu:

• Disentri bakteri, yang disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti Shigella sonnei, Shigella boydii, dan Shigella dysenteriae
• Disentri ameba, yang disebabkan infeksi parasit ameba, seperti Entamoeba histolytica

Disentri umumnya terjadi di lingkungan dengan sanitasi buruk, misalnya daerah yang kekurangan air bersih, atau area yang sistem pembuangan limbah rumah tangganya tidak layak.

Seseorang dapat terkena disentri jika tidak sengaja mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri atau parasit penyebabnya.

Menjaga kebersihan merupakan langkah utama dalam mencegah penyebaran disentri. Jika Anda tinggal bersama atau merawat penderita disentri, perhatikan hal-hal berikut ini:

• Rajin mencuci tangan dengan air dan sabun, terutama sebelum makan, memasak atau menyiapkan makanan, setelah dari toilet, dan setelah menyentuh penderita disentri atau barang-barang di sekitarnya.
• Kurangi, atau bila mungkin, hindari kontak dengan penderita disentri.
• Jangan menggunakan handuk yang sama dengan orang yang diketahui sedang menderita disentri.
• Gunakan air panas untuk mencuci pakaian penderita disentri.
• Bersihkan toilet dengan disinfektan setiap selesai digunakan oleh penderita disentri.

Bagi penderita disentri, disarankan agar tetap di rumah dan tidak melakukan aktivitas yang berisiko menyebarkan penyakit ini, seperti menyiapkan makanan, bersekolah, berenang, atau berhubungan seksual, setidaknya sampai 48 jam setelah gejala berakhir.

Sementara untuk mencegah disentri secara umum, lakukan upaya-upaya berikut:

• Selalu cuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum makan.
• Cuci sayur dan buah-buahan sebelum mengolah dan mengonsumsinya.
• Jangan mengonsumsi makanan yang kebersihannya kurang terjamin atau kurang matang.
• Hindari minum air mentah atau mengonsumsi es batu dari air mentah.
• Hindari menelan air danau, sungai, atau kolam renang umum.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....