Risiko Gusi Berdarah
- 24 Okt 2024 17:02 WIB
- Jambi
KBRN, Jambi : Gusi berdarah adalah kondisi yang menandakan adanya peradangan di gusi akibat penyakit tertentu. Kondisi ini juga dapat terjadi pada seseorang yang memiliki kebiasaan menyikat gigi terlalu keras, atau menderita gangguan pembekuan darah.
Gusi berdarah yang terjadi sesekali umumnya dapat diatasi dengan menjaga kebersihan mulut. Namun, jika berlangsung secara terus-menerus, gusi berdarah dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan serius yang memerlukan penanganan lebih lanjut oleh dokter.
Gusi berdarah umumnya terjadi akibat penumpukan plak di garis batas gigi dan gusi. Plak yang menumpuk dapat menyebabkan gingivitis atau radang gusi. Apabila tidak ditangani, plak dapat mengeras menjadi karang gigi dan berisiko menyebabkan gusi berdarah.
Gingivitis yang tidak ditangani juga dapat menyebabkan periodontitis, yaitu infeksi pada gusi yang merusak gigi, tulang rahang, dan jaringan ikat yang menghubungkan gigi dan gusi. Kondisi ini juga menyebabkan perdarahan pada gusi.
Faktor risiko gusi berdarah
Gusi berdarah dapat terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya gusi berdarah, yaitu:
• Memiliki kebiasaan menyikat gigi terlalu keras
• Berusia lanjut
• Baru menggunakan benang gigi atau dental floss untuk membersihkan gigi sehingga gusi belum terbiasa
• Memakai gigi palsu yang tidak terpasang dengan tepat
• Mengalami perubahan hormon dalam masa kehamilan
• Menderita peradangan gusi terkait kehamilan (pregnancy gingivitis)
• Mengalami kekurangan vitamin C dan vitamin K
• Menderita diabetes
• Memiliki daya tahan tubuh lemah, misalnya akibat menderita HIV/AIDS atau menjalani kemoterapi
• Mengonsumsi obat pengencer darah, seperti warfarin atau clopidogrel
• Menderita kekurangan trombosit (trombositopenia), seperti pada penderita demam berdarah
• Menderita kanker darah (leukemia)
• Menderita gangguan pembekuan darah, seperti hemofilia
Gusi berdarah tidak selalu menimbulkan rasa nyeri. Namun, ada beberapa gejala yang umumnya menyertai gusi berdarah, yaitu:
• Bau mulut (halitosis)
• Sariawan
• Benjolan pada gusi
Tergantung pada penyebabnya, gusi berdarah juga dapat disertai gejala lain. Sebagai contoh, gusi berdarah akibat gangguan pembekuan darah bisa menimbulkan gejala mimisan, atau darah pada urine dan tinja.
Sementara gusi berdarah akibat periodontitis dapat disertai bau mulut, nyeri saat mengunyah makanan, serta gigi goyang atau tanggal (copot).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....