Pentingnya Anak Belajar Komunikasi sebelum Mengenal Dunia Digital
- 30 Jun 2026 11:50 WIB
- Jambi
RRI, CO. ID. Jambi - Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Theresia Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa setiap tahap usia anak membutuhkan pendekatan pengasuhan yang berbeda, terutama dalam membangun kemampuan komunikasi, emosi, dan sosial sebelum mereka mengenal dunia digital secara intensif.
Menurut Novi, anak di bawah usia tujuh tahun belajar terutama melalui proses meniru perilaku orang tua dan lingkungan sekitarnya. Pada fase ini, anak menyerap hampir semua hal yang mereka lihat dan dengar tanpa melalui proses penalaran yang matang.
"Anak usia dini belajar menggunakan alam bawah sadar. Apa yang mereka lihat, dengar, dan alami akan direkam lalu ditiru. Karena itu, orang tua harus menjadi teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Novi menekankan bahwa orang tua perlu memberikan contoh langsung melalui kebiasaan-kebiasaan yang sehat, termasuk dalam penggunaan gawai secara bijak, pola komunikasi yang hangat, serta interaksi positif di dalam keluarga. Keteladanan tersebut akan lebih efektif dibandingkan sekadar memberikan nasihat kepada anak.
Sementara itu, pada usia 7 hingga 12 tahun, anak mulai memiliki kemampuan berpikir yang lebih logis sehingga dapat diajak berdialog untuk membangun kesadaran terhadap perilaku dan pilihan yang mereka lakukan. Pada fase ini, orang tua disarankan tidak hanya membuat aturan, tetapi juga menjelaskan alasan di balik aturan tersebut agar anak memahami manfaat dan konsekuensinya.
Menurut Novi, diskusi yang terbuka akan membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis, tanggung jawab, serta kesadaran diri dalam mengambil keputusan.
Selain itu, Novi juga menyoroti pentingnya membatasi penggunaan gadget pada anak usia dini. Ia merekomendasikan agar anak memiliki gadget pribadi setelah memasuki usia sekitar 12 hingga 13 tahun. Pada usia tersebut, kemampuan sosial, emosional, dan sensorik anak dinilai telah berkembang lebih matang sehingga mereka lebih siap menghadapi berbagai tantangan di dunia digital.
Sebelum mengenal dunia digital secara intensif, anak perlu dibiasakan melakukan berbagai aktivitas yang mendukung tumbuh kembangnya, seperti berbicara dan berdiskusi dengan anggota keluarga, membaca buku, berolahraga, membantu orang tua, serta berinteraksi langsung dengan teman dan lingkungan sekitar.
Novi mengingatkan bahwa pemberian gadget terlalu dini tanpa pendampingan yang memadai berpotensi menimbulkan ketergantungan karena penggunaan perangkat digital akan mudah terbentuk menjadi kebiasaan. Oleh sebab itu, orang tua perlu menerapkan pendampingan yang konsisten sekaligus menetapkan batasan penggunaan gadget sesuai usia anak.
Pada akhirnya, Novi mendorong setiap orang tua untuk membangun interaksi langsung dan komunikasi yang hangat sejak dini. Hubungan yang dekat antara orang tua dan anak akan menjadi fondasi penting bagi perkembangan emosi, kemampuan sosial, serta kesiapan anak menghadapi era digital secara sehat dan bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....