Pemkot Jambi Matangkan Proyek Sampah Jadi Energi Listrik di TPA Talang Gulo
- 09 Apr 2026 12:42 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Pemerintah Kota Jambi terus mematangkan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) melalui rapat koordinasi dan tinjauan lapangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo dalam mendorong pengelolaan sampah menjadi energi listrik di berbagai daerah di Indonesia. Kamis 9 April 2026.
Rapat tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Sekretaris Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Sri Purwaningsih. Selain itu turut hadir perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Danantara sebagai pihak pembiaya proyek, serta perwakilan PLN.
Wali Kota Jambi, Maulana menyampaikan bahwa berbagai persiapan dasar untuk pembangunan PSEL telah dipenuhi, termasuk kesiapan lahan.
“Alhamdulillah, berbagai persiapan dari Pemkot Jambi sudah dipenuhi. Lahan juga sudah siap dan mencukupi. Untuk kebutuhan PSEL sekitar 5 hektare, sementara kita memiliki 21 hektare di kawasan TPA Talang Gulo,” jelas Maulana.
Selain kesiapan lahan, dukungan dari DPRD Kota Jambi juga tengah diproses dan direncanakan akan dituangkan dalam bentuk kesepakatan resmi. Tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah kecukupan volume sampah sebagai bahan baku PSEL.
Untuk dapat beroperasi optimal, proyek ini membutuhkan pasokan sekitar 1.000 ton sampah per hari, sementara produksi sampah Kota Jambi saat ini baru mencapai sekitar 450 ton per hari. Dan pemkot Jambi akan menjalin kerja sama antar daerah.
Salah satunya dengan Kabupaten Muaro Jambi yang rencananya akan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Sabtu mendatang.
Maulana juga menyampaikan rasa syukur karena Kota Jambi masuk dalam 33 lokasi prioritas nasional pengembangan PSEL, bahkan menjadi salah satu dari 10 daerah pertama yang akan segera dilaunching oleh Presiden.
“Ini tentu menjadi peluang besar bagi Kota Jambi. Mudah-mudahan seluruh proses berjalan lancar, sehingga dalam waktu dua tahun tahap pembangunan dapat diselesaikan dan setelah itu bisa segera dioperasionalkan,” ungkap Maulana.
Dengan terealisasinya proyek ini, diharapkan persoalan sampah di Kota Jambi dapat teratasi sekaligus memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan energi listrik yang ramah lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....