Pemprov Jambi Optimalkan Tim Satgas Saber
- 13 Feb 2026 13:53 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Menjelang ramadhan, harga sejumlah kebutuhan pokok di provinsi Jambi bervariasi, kenaikan harga terjadi dibeberapa komoditas, utamanya cabai rawit merah..
Rinna Syawal , Direktur Penganeka Ragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional provinsi Jambi menerangkan rata-rata komoditas relatif stabil.
“Saya belum dapat update terbaru ya, tapi kalau kemarin secara rata-rata di Provinsi Jambi cukup aman sebenarnya. Hanya ada beberapa komoditas seperti cabe merah rawit yang harganya memang cukup tinggi, sementara yang lain rata-rata masih dalam harga yang relatif stabil,” ujar Rinna syawal, jumat 13 Februari 2026.
Menurutnya, tingginya harga cabe rawit merah dipengaruhi oleh faktor pasokan. Komoditas tersebut sebagian besar didatangkan dari luar daerah sehingga ketersediaannya sangat menentukan harga di tingkat pasar.
“Cabe rawit ini pasokannya dari luar, bukan dari Kota Jambi sendiri. Jadi jumlah pasokan itu sangat mempengaruhi harga,” katanya.
Guna mengantisipasi lonjakan harga dan potensi pelanggaran, Pemprov Jambi mengoptimalkan peran Tim Satgas Saber (Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Mutu dan Keamanan Pangan). Satgas ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari gubernur sebagai ketua pengarah, Kapolresta, Sekda, Inspektur Daerah, hingga Direktorat Kriminal Khusus Polda sebagai ketua pelaksana. Sementara sekretaris dijabat Kepala Dinas Pangan dengan anggota dari Bulog, Dinas Perdagangan, Perizinan, serta Dinas Pertanian.
Satgas memantau sekitar 14 komoditas yang telah memiliki regulasi berupa HET (Harga Eceran Tertinggi) maupun HAP (Harga Acuan Penjualan) baik di tingkat produsen maupun konsumen.
“Apabila ditemukan harga yang tidak sesuai dengan HET atau HAP, tentu akan kita telusuri, apakah ada masalah distribusi, pasokan, atau indikasi pelanggaran harga,” tegasnya.
Sejauh ini, belum ditemukan pelanggaran signifikan di lapangan. Namun, cabe rawit merah dinilai berisiko tinggi mengalami fluktuasi karena faktor cuaca.
“Musim hujan membuat petani sulit panen dan kualitasnya juga banyak yang menurun akibat curah hujan tinggi,” jelasnya.
Menindaklanjuti arahan pemerintah pusat, Satgas juga memetakan jalur distribusi dan daerah sentra produksi yang surplus. Upaya ini dilakukan untuk memperlancar pasokan ke Jambi agar harga tetap terkendali.
“Kita tidak membelikan, tetapi memperlancar distribusi dengan bekerja sama dengan distributor atau pedagang supaya pasokan cukup dan harga bisa stabil,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....