Pemerintah Naikkan Harga Gas LPG Non Subsidi
- 18 Apr 2026 11:52 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi tanggapan kabar kenaikan harga LPG tabung 12 kilogram (kg) di beberapa daerah di wilayah Jabodetabek. Kenaikan harga terjadi di tengah melonjaknya harga Liquified Petroleum Gas (LPG) atau elpiji, merupakan imbas dari terganggunya distribusi energi akibat perang yang terjadi di Timur Tengah.
Gas LPG 12 kg merupakan jenis LPG non-subsidi sehingga memang diperuntukkan bagi masyarakat mampu, maka kenaikan harga bukan menjadi masalah.
"Saya mau tanya, kalau non-subsidi itu untuk orang kaya atau untuk orang susah? Orang mampu kan," ujar Bahlil di Kementerian ESDM.
Menurutnya, negara sejatinya hadir untuk seluruh rakyat, namun prioritas bantuan diberikan kepada masyarakat kurang mampu. Sementara kelompok masyarakat mampu diharapkan dapat berkontribusi dengan menggunakan energi nonsubsidi.
"Gini loh, negara itu hadir untuk membantu semua rakyat, tetapi prioritasnya itu adalah kepada saudara-saudara kita yang tidak mampu. Kalau yang mampu, ya harusnya dia berkontribusi untuk saling membantu, itu saja kok," ucapnya.
Ia pun memastikan harga LPG tabung 3 kg yang memang LPG subsidi tidak naik di tengah gejolak global saat ini. Bahlil bilang, keputusan ini merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau yang subsidi (harganya) tetap. Saya hanya bisa menjamin harga subsidi karena itu adalah perintah Presiden dan perintah aturan," kata Menteri Bahlil.
Sebaliknya, untuk harga LPG nonsubsidi memang akan mengikuti mekanisme pasar sehingga dapat mengalami penyesuaian. Ia pun menekankan agar masyarakat berpenghasilan tinggi membeli LPG nonsubsidi bukan justru menggunakan elpiji subsidi 3 kg, yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.
Terkait pasokan elpiji, Menteri ESDM memastikan bahwa ketersediaannya aman. Pemerintah bahkan mendapatkan sumber impor elpiji baru, yakni dari Rusia, untuk menjaga ketahanan energi nasional.
"Alhamdulillah Pertamina dengan kami di ESDM, dan semua pemangku kepentingan selalu melakukan konsolidasi untuk mencari alternatif-alternatif terbaik dan sekarang posisi elpiji kita di atas standar minimum nasional. Jadi insyaallah clear," pungkas Bahlil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....