Jumlah Jemaah Haji Meninggal Turun, BKK Jambi Sebut Ada Beberapa Faktor

  • 02 Jul 2026 23:41 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi- Data pada Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi menunjukkan jumlah jemaah haji Provinsi Jambi yang meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sebanyak 8 orang, turun dibanding tahun lalu yang jumlahnya sekitar 13 orang.

Ditanya terkait penurunan jumlah jemaah haji yang meninggal dunia, Plt. Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Jambi. dr. Dewi Juli Arta menilai penurunan tersebut merupakan hasil dari perbaikan sistem pemeriksaan kesehatan sejak di daerah hingga menjelang keberangkatan ke tanah suci. Selain itu, peningkatan pelayanan kesehatan di Arab Saudi serta kualitas konsumsi jemaah menjadi faktor penting yang ikut menekan angka kematian jemaah haji asal Provinsi Jambi tahun ini.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan tahap pertama dan kedua di kabupaten/kota kini sudah mengalami peningkatan, meski masih terdapat beberapa daerah yang perlu pembenahan, seperti Kabupaten Kerinci, namun untuk daerah-daerah lain sudah bagus.

"Secara umum pemeriksaan kesehatan jemaah sudah lebih baik. Jemaah hajinya itu kan kebanyakan lansia ya, karena memang menunggunya lama. Mereka sudah dibekali dengan obat-obatan. Jadi penyakit-penyakit kronisnya terkontrol. Contoh hipertensinya karena minum obat terkontrol. Sakit jantung, kencing manis karena minum obat terkontrol dengan baik," ujar dr. Dewi Juli Arta , Plt. Kepala BKK Kelas II Jambi, Kamis 2 Juli 2026.

Selain pemeriksaan di daerah, proses skrining kesehatan di embarkasi juga menjadi penentu. Tahun ini terdapat lima calon jemaah yang dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan (tidak istithaah) sehingga keberangkatannya ditunda.

Mereka terdiri dari dua orang dengan gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah, satu orang mengalami demensia berat, satu orang sedang hamil, dan satu orang memiliki gangguan paru-paru.

Menurut dr. Dewi, keputusan tersebut justru menjadi langkah pencegahan agar jemaah dengan risiko kesehatan tinggi tidak mengalami kondisi yang membahayakan selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.

"Kalau dipaksakan berangkat justru berpotensi mengalami gangguan kesehatan yang lebih berat hingga menyebabkan kematian. Karena itu skrining kesehatan menjadi sangat penting," ujarnya.

Ia menambahkan, pelayanan kesehatan selama musim haji termasuk pelayanan kesehatan jemaah haji saat berada di Makkah maupun Madinah juga dinilai semakin baik sehingga turut membantu menurunkan angka kematian jemaah.

Faktor lain yang turut berperan adalah dari sisi ketersediaan makanan bagi jemaah haji selama berada di tanah suci. Pendistribusian makanan yang tepat waktu, jumlah makanan yang disiapkan mencukupi bahkan berlebih, serta menu makanan yang disesuaikan dengan lidah Indonesia, juga turut berperan besar dalam menjaga kondisi dan kesehatan jemaah haji.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....