Kemenhaj Jambi Pastikan Pendampingan Jemaah Haji Tanjabbar yang Dirawat di Batam

  • 12 Jun 2026 21:15 WIB
  •  Jambi

RRI. CO.ID,Jambi- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jambi menunjukkan komitmen dan tanggung jawab penuh terhadap keselamatan serta kenyamanan jemaah. Hal ini dibuktikan dengan langkah cepat penanganan terhadap salah satu jemaah haji asal Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) dari Kloter BTH 21, atas nama Sarti Marto Abdullah (84 tahun) yang terpaksa harus dipisahkan dari rombongannya demi alasan kesehatan.

Jemaah lansia tersebut diketahui mengalami gejala demensia. Mengingat kondisinya yang membutuhkan pengawasan khusus dan tidak adanya pendamping keluarga, petugas kloter mengambil keputusan bijak setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga.

“Jemaah tersebut tidak ikut melanjutkan perjalanan ibadah Arbain ke Madinah bersama kloternya, melainkan dititipkan kepulangannya melalui Kloter BTH 9 yang berisi jemaah asal Kabupaten Bengkalis,” kata Kabid Bina Haji dan Umrah dan Pelayanan Haji Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jambi, Majdi. Jumat 12 Juni 2026. “Alhamdulillah, Kamis dini hari sekitar pukul 01.00, jemaah tersebut telah tiba di Batam,” ujarnya.

Majdi menjelaskan, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), tanggung jawab pemulangan dan perlindungan jemaah antarprovinsi sepenuhnya berada di bawah kendali PPIH Provinsi Jambi hingga jemaah tiba di daerah asal. Jemaah tersebut telah mendarat di Batam dan saat ini berada di Asrama Haji Batam untuk beristirahat.

Untuk memastikan kondisi jemaah tetap terpantau dengan baik, PPIH Provinsi Jambi bergerak cepat dengan mengutus dua orang personel ke Batam.

"Kami mengutus dua orang personel ke Batam untuk melakukan pendampingan melekat kepada jemaah tersebut. Mengingat jemaah yang bersangkutan adalah seorang perempuan, kami juga menyertakan petugas perempuan agar proses pendampingan berjalan lebih nyaman dan maksimal," katanya.

Ia menegaskan bahwa keputusan untuk mengutus personel langsung dari Jambi diambil karena memahami keterbatasan petugas di Batam yang juga memiliki kesibukan lain. Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kelembagaan, Kemenhaj Jambi memastikan jemaah tidak akan ditinggalkan tanpa pengawasan.

Terkait jadwal kepulangan ke Jambi, pihak Kemenhaj Jambi masih memantau ketersediaan penerbangan reguler. Jemaah dijadwalkan akan diterbangkan ke Jambi pada Sabtu atau Minggu nanti jika rute penerbangan tersedia.

“Namun jika terkendala, kepulangan jemaah akan disertakan dengan jadwal kepulangan Kloter 13 Jambi pada hari Selasa 16 Juni mendatang,” katanya.

Sebelum diterbangkan ke Jambi, perkembangan kesehatan jemaah akan terus dipantau oleh Tim Kesehatan PPIH dan BKK Batam guna mendapatkan rekomendasi kelayakan terbang (fit to fly). Setibanya di Jambi nanti, proses serah terima jemaah akan dilakukan secara berjenjang dari PPIH Provinsi kepada Kemenhaj Kabupaten Tanjabbar, sebelum akhirnya diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....