Layanan Terbaik Diberikan kepada JCH Lansia dan Disabilitas

  • 20 Mei 2025 18:09 WIB
  •  Jambi

KBRN, Jambi: Di tengah suhu mencapai 40 derajat celcius, ribuan jemaah calon haji asal tanah air bertahap tiba di tanah suci. Dan sebagian besar dari mereka merupakan jemaah calon haji kategori lanjut usia, berkisar lebih dari 37 persen. Dimana sebagian besar memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes atau gangguan mobilitas.

Dari data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) menunjukkan terdapat 47.384 jemaah calon haji (JCH) Indonesia yang masuk kategori lanjut usia (Lansia) pada musim haji tahun 1446 Hijriah/ tahun 2025 Masehi. Rinciannya jemaah calon haji usia 65-70 tahun ada 26.408 jemaah, usia 71-79 tahun sejumlah 14.599 jemaah, usia 80-89 tahun ada 5.958 jemaah, usia 90-99 tahun sebanyak 411 jemaah dan di atas 100 tahun sebanyak 8 jemaah.

Sementara jemaah disabilitas berjumlah 513 yang terdiri dari laki-laki 245 jemaah dan perempuan 268 jemaah. Jumlah lansia dan disabilitas tersebut yang tercatat di data Siskohat dan belum semuanya tiba di Arab Saudi. Sementara petugas haji yang akan memberikan layanan kepada JCH kategori lansia dan disabilitas berjumlah 183 petugas yang tersebar di daerah kerja Mekkah, Madinah dan bandara.

"Perlu kami sampaikan pula bahwa rasio antara jumlah jemaah dan petugas haji adalah 259 orang. Jadi memang cukup tidak berimbang antara jumlah petugas dengan jumlah jemaah yang harus dilayani," ujar Suviyanto, Kabid Layanan Lansia PPIH Arab Saudi.

Sejumlah tantangan yang dihadapi oleh jemaah calon haji lansia dalam melaksanakan rangkaian ibadah haji adalah kemampuan fisik dan juga bahasa. Suviyanto memastikan para petugas haji akan tetap berupaya memberikan layanan terbaik bagi para jemaah calon haji tersebut.

“Banyaknya lansia yang butuh penanganan lebih ekstra yaitu terhadap kebutuhan fisiknya yaitu memandikan atau mengganti popoknya atau memberikan makanan,” tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....