Menara Abraj Al Bait Salah Satu Pesona di Tanah Suci
- 10 Mei 2025 08:52 WIB
- Jambi
KBRN, Jambi: Makkah, kota suci yang menjadi kiblat umat Islam sedunia, memiliki satu ikon arsitektur modern yang menakjubkan, yaitu menara jam raksasa atau Abraj Al Bait. Menara tersebut berdiri megah hanya beberapa langkah dari Masjidil Haram. Bukan sekadar penunjuk waktu, menara jam juga menjadi simbol kemajuan dan kemegahan pembangunan di pusat spiritual umat Islam. Kemegahannya bahkan mampu membuat siapa saja yang melihatnya merasa takjub, terpesona.
Menara Abraj Al Bait berdiri menjulang setinggi 600 meter, menjadikannya salah satu bangunan tertinggi di dunia. Pada bagian teratasnya terdapat jam dalam ukuran sangat besar, yang menjadi pusat perhatian setiap peziarah yang datang ke tanah suci. Jam tersebut memiliki diameter 43 meter dan menjadikannya sebagai tampilan jam terbesar di dunia. Tak hanya besar, jam ini juga dilapisi dengan dua juta lampu LED berwarna hijau dan putih yang membuatnya bercahaya gemilang di malam hari. Benar-benar memanjakan mata dan tak kuasa melafadzkan tasbih memuji kebesaran Alloh.
Menara jam raksasa jelas terlihat bahkan dari jarak sejauh 17 kilometer, terutama saat malam hari ketika lampu LED-nya memancarkan cahaya yang mempesona. Keindahan arsitektur menara ini merupakan perpaduan harmonis antara desain modern dan sentuhan tradisional Islam. Ornamen khas Timur Tengah dan kaligrafi Arab memperkaya nilai estetikanya.
Selain menara jam, kompleks Abraj Al Bait juga dilengkapi dengan fasilitas kelas dunia. Di dalamnya terdapat hotel bintang lima, pusat perbelanjaan, restoran, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Kompleks tersebut dibangun dengan kapasitas daya tampung lebih dari 10.000 orang, sehingga sangat membantu jemaah haji dan umrah yang memerlukan akomodasi nyaman dan strategis. Lokasinya yang berada tepat di seberang Masjidil Haram menjadikan Abraj Al Bait sebagai tempat menginap paling diminati oleh jamaah dari berbagai penjuru dunia.
Pemerintah Arab Saudi menganggarkan dana sebesar 16 miliar dolar atau sekitar Rp262 triliun untuk membangunnya. Anggaran tersebut mencakup pembangunan total tujuh menara, termasuk fasilitas-fasilitas di dalamnya. Proyek ini menjadi salah satu proyek konstruksi terbesar dalam sejarah Arab Saudi.
Proses pembangunan menara ini dimulai pada awal tahun 2004 dan rampung pada 2012. Selama delapan tahun, pembangunan berlangsung dengan melibatkan ribuan tenaga kerja profesional dari berbagai negara. Menara jam ini juga memiliki fungsi penting dalam mengatur waktu sholat dan aktivitas keagamaan lainnya. Puncak menara dilengkapi dengan pengeras suara besar untuk mengumandangkan azan, sebagai panggilan sholat ke seluruh penjuru kota Makkah.
Bagi umat muslim yang diberi kesempatan oleh Alloh untuk berhaji tahun ini, akan dapat melihat langsung menara jam dari dekat dan tentunya merupakan pengalaman spiritual yang luar biasa. Keindahan dan kemegahannya tak akan terlupakan yang menjadi salah satu magnet membuat rindu untuk bisa kembali beribadah di tanah suci.
Keberadaan menara Abraj Al Bait juga menunjukkan bagaimana teknologi dan kemajuan peradaban bisa berjalan berdampingan dengan spiritualitas dan nilai-nilai Islam. Bahkan, Abraj Al Bait telah menjadi destinasi ziarah tersendiri selain Masjidil Haram, karena menyimpan keunikan dan sejarah pembangunan Islam modern.
Bangunan menara jam raksasa menjadi bukti nyata bahwa Arab Saudi tidak hanya menjaga situs-situs Islam klasik, tetapi juga membangun ikon-ikon baru yang monumental.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....