Kenapa Kita Betah Scrolling tapi Cepat Lelah saat Baca Buku?
- 06 Okt 2026 10:57 WIB
- Jambi
Jambi — Pernah merasa bisa menghabiskan waktu berjam-jam scrolling media sosial, tetapi baru membaca beberapa halaman buku sudah merasa mengantuk atau kehilangan fokus?
Fenomena ini ternyata tidak sesederhana soal “malas membaca”. Cara kita mengonsumsi informasi di era digital dapat memengaruhi bagaimana perhatian digunakan.
Konten media sosial umumnya hadir dalam potongan-potongan pendek dan terus berganti. Pengguna cukup melakukan gerakan scroll untuk menemukan informasi berikutnya.
Sebuah penelitian pada 745 pengguna media sosial menemukan bahwa scroll immersion, atau keterlibatan scrolling yang berlangsung secara kebiasaan dan tidak disengaja, berkaitan dengan kesulitan perhatian, gangguan memori kerja, dan kelelahan kognitif. Namun, penelitian tersebut bersifat korelasional sehingga tidak membuktikan bahwa scrolling secara langsung menyebabkan gangguan tersebut.
Sementara itu, membaca buku membutuhkan perhatian yang lebih berkelanjutan. Kita harus mengikuti alur tulisan, menghubungkan informasi antarkalimat, memahami konteks, dan menyimpan informasi yang baru dibaca.
Penelitian tentang membaca digital juga menunjukkan bahwa distraksi dapat mengganggu pemahaman. Meta-analisis yang menggabungkan 32 penelitian menemukan bahwa gangguan perhatian dalam lingkungan membaca digital secara keseluruhan berkaitan dengan penurunan pemahaman bacaan.
Bukan berarti membaca dari layar selalu buruk. Penelitian lain menemukan bahwa perbedaan antara membaca buku cetak dan layar dapat bergantung pada kondisi, seperti tekanan waktu dan tingkat distraksi. Dalam kondisi tertentu, pembaca di layar dapat memiliki pemahaman yang serupa dengan pembaca buku cetak.
Jadi, persoalannya bukan sekadar “buku versus HP”, melainkan bagaimana kita menggunakan perhatian.
Ketika terbiasa berpindah dari satu konten ke konten lain dalam waktu singkat, membaca tulisan panjang tanpa gangguan bisa terasa lebih berat. Karena itu, jika ingin membangun kembali kemampuan membaca dengan fokus, kita bisa memulainya secara perlahan.
Misalnya, luangkan 10–15 menit sehari untuk membaca tanpa membuka media sosial, matikan notifikasi, pilih bacaan yang memang menarik, dan tingkatkan durasinya secara bertahap.
Pada akhirnya, bukan berarti kita harus berhenti scrolling. Yang penting adalah memberi otak kesempatan untuk melakukan dua hal: menerima informasi dengan cepat dan tetap mampu berkonsentrasi ketika membutuhkan fokus yang lebih panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....