Bahaya Oversharing di Media Sosial: Terlalu Banyak Cerita Bisa Jadi Bumerang

  • 19 Sep 2026 13:31 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, JAMBI — Curhat di media sosial memang bisa terasa melegakan. Tapi, pernahkah terpikir bahwa cerita yang kita anggap biasa saja justru bisa menjadi informasi berharga bagi orang lain? Inilah yang disebut oversharing, yaitu kebiasaan membagikan terlalu banyak informasi pribadi kepada publik, terutama di media sosial. Mulai dari masalah keluarga, kondisi keuangan, lokasi rumah, aktivitas harian, hingga hubungan asmara, semuanya bisa tanpa sadar kita bagikan kepada orang lain. Padahal, sekali informasi pribadi tersebar di internet, kita tidak selalu bisa mengendalikan siapa yang menyimpan, membagikan, atau menggunakannya kembali.

Oversharing juga dapat meningkatkan risiko penipuan, pencurian identitas, doxing, cyberstalking, hingga penyalahgunaan foto dan informasi pribadi. Bahkan, informasi sederhana seperti tanggal lahir, nama anggota keluarga, tempat kerja, atau kebiasaan sehari-hari dapat membantu seseorang menebak informasi yang seharusnya bersifat rahasia.

Selain soal keamanan, terlalu banyak membagikan masalah pribadi juga bisa berdampak pada kehidupan sosial dan profesional. Unggahan yang dibuat ketika sedang emosi bisa tersimpan lama dan suatu saat dilihat kembali oleh orang lain.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Bukan berarti kita tidak boleh bercerita. Yang penting adalah tahu batas antara berbagi dan membuka terlalu banyak informasi pribadi. Sebelum mengunggah sesuatu, coba tanyakan pada diri sendiri:

“Apakah informasi ini aman jika diketahui banyak orang? Dan apakah saya tetap nyaman jika unggahan ini dilihat beberapa tahun lagi?”

Karena di dunia digital, berpikir beberapa detik sebelum posting bisa mencegah masalah yang berlangsung jauh lebih lama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....