Fomo tapi Sehat: Ikut Tren tanpa Kehilangan Diri
- 07 Sep 2026 08:47 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Fomo atau Fear of Missing Out semakin sering dirasakan di tengah kehidupan yang penuh dengan media sosial. Setiap hari kita melihat kehidupan orang lain melalui layar, siapa yang sedang bepergian, siapa yang punya pencapaian baru, tempat makan yang sedang viral, sampai tren terbaru yang ramai diikuti.
Masalahnya, kalau tidak dikendalikan, fomo bisa membuat seseorang merasa hidupnya kurang hanya karena membandingkannya dengan kehidupan orang lain.
Tapi sebenarnya, takut ketinggalan nggak selalu buruk.
Fomo bisa menjadi sehat ketika rasa penasaran tersebut justru mendorong kita melakukan sesuatu yang positif. Misalnya, melihat teman rajin olahraga membuat kita termotivasi untuk mulai bergerak. Melihat teman mengikuti kursus membuat kita tertarik belajar keterampilan baru. Atau melihat sebuah kegiatan sosial yang ramai diikuti anak muda membuat kita ingin ikut berkontribusi.
Bedanya ada pada satu hal: kita ikut karena memang ingin dan mendapatkan manfaat, bukan karena takut dianggap ketinggalan. Sebelum mengikuti sesuatu yang sedang viral, coba berhenti sebentar dan tanyakan kepada diri sendiri: “Aku benar-benar mau melakukan ini, atau aku cuma takut nggak dianggap update?
Kalau jawabannya memang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kita, silakan ikut. Tapi kalau ternyata hanya karena ingin mendapatkan pengakuan atau takut dibandingkan dengan orang lain, mungkin kita nggak harus memaksakan diri. Karena hidup bukan perlombaan untuk selalu menjadi yang paling cepat mengikuti tren.
Di era media sosial, justru keren ketika kita bisa memilih mana yang perlu diikuti dan mana yang cukup dilewati.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....