Bahaya Oversharing, Sekali Unggah Bisa Jadi Bumerang

  • 01 Sep 2026 15:16 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Media sosial kini menjadi tempat untuk berbagi banyak hal, mulai dari aktivitas sehari-hari, hubungan percintaan, pekerjaan, hingga momen bersama keluarga. Namun, kebiasaan membagikan terlalu banyak informasi pribadi atau yang dikenal sebagai oversharing ternyata menyimpan sejumlah risiko yang sering kali tidak disadari.

Oversharing bukan hanya soal terlalu sering mengunggah cerita pribadi. Informasi yang terlihat sederhana seperti lokasi sedang berada, rutinitas harian, rencana bepergian, nama anggota keluarga, tanggal ulang tahun, hingga foto lingkungan rumah dapat menjadi potongan informasi yang jika dikumpulkan bisa membentuk gambaran lengkap tentang seseorang. Informasi tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk penipuan, pencurian identitas, phishing, hingga tindakan yang mengancam keamanan pribadi.

Risiko lainnya adalah jejak digital. Sesuatu yang sudah diunggah belum tentu benar-benar hilang meski kemudian dihapus. Orang lain bisa saja menyimpan, mengambil tangkapan layar, atau menyebarkannya kembali. Bahkan unggahan yang awalnya dianggap sebagai candaan atau curhatan dapat memengaruhi reputasi seseorang di kemudian hari.

Oversharing juga dapat berdampak pada kondisi emosional. Curhatan yang terlalu pribadi bisa mengundang komentar negatif, salah paham, bahkan perundungan di dunia maya. Di sisi lain, kebiasaan terus-menerus mencari respons, perhatian, atau validasi dari unggahan juga dapat membuat seseorang semakin bergantung pada penilaian orang lain.

Lalu, bagaimana cara menghindarinya?

Sebelum mengunggah sesuatu, coba berhenti sejenak dan tanyakan: “Apakah informasi ini memang perlu diketahui orang lain?” Hindari membagikan alamat lengkap, nomor telepon, dokumen pribadi, lokasi secara real-time, detail perjalanan, maupun informasi yang dapat digunakan untuk menebak kata sandi atau pertanyaan keamanan. Pengaturan privasi akun juga perlu diperiksa secara berkala.

Pada akhirnya, media sosial memang tempat untuk berbagi cerita. Tetapi tidak semua cerita harus menjadi konsumsi publik.

Karena di era digital, menjaga privasi bukan berarti menyembunyikan kehidupan. Justru itu adalah cara untuk melindungi kehidupan yang kita miliki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....