Sudah Libur Seharian, Kok Tetap Capek? Ini Alasannya
- 04 Jul 2026 18:04 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Pernah merasa sudah libur sehari penuh, tidur lebih lama, rebahan seharian, bahkan menonton serial favorit, tetapi saat kembali beraktivitas justru masih merasa lelah? Jika iya, bisa jadi yang Anda alami bukan sekadar kelelahan biasa, melainkan burnout.
Burnout adalah kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional yang muncul akibat stres berkepanjangan. Berbeda dengan rasa lelah setelah menjalani hari yang sibuk, burnout biasanya tidak hilang hanya dengan tidur lebih lama atau mengambil libur singkat.
Menurut para ahli, banyak orang menganggap satu hari libur sudah cukup untuk "mengisi ulang baterai". Padahal, tubuh dan pikiran membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari tekanan yang telah berlangsung selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.
Selain itu, liburan tidak selalu berarti benar-benar beristirahat. Banyak orang masih memikirkan pekerjaan, tugas kuliah, atau masalah pribadi saat hari libur. Akibatnya, otak tetap berada dalam mode stres meski secara fisik sedang tidak bekerja.
Faktor lain yang membuat burnout sulit hilang adalah karena akar masalahnya belum terselesaikan. Setelah liburan selesai, seseorang biasanya kembali menghadapi rutinitas, tekanan, dan tuntutan yang sama. Inilah sebabnya mengapa rasa segar setelah liburan sering kali hanya bertahan sementara.
Para psikolog menjelaskan bahwa pemulihan burnout tidak hanya membutuhkan waktu istirahat, tetapi juga perubahan pola hidup.
Mulai dari menjaga batas antara pekerjaan dan waktu pribadi, tidur yang cukup, berolahraga, hingga melakukan aktivitas yang memberikan rasa senang dan bermakna di luar pekerjaan.
Karena itu, jika liburan sehari terasa tidak cukup untuk menghilangkan rasa lelah yang mendalam, jangan langsung menyalahkan diri sendiri. Bisa jadi tubuh dan pikiran sedang memberi sinyal bahwa mereka membutuhkan pemulihan yang lebih menyeluruh, bukan sekadar waktu jeda yang singkat.
Jadi, liburan memang penting, tetapi untuk mengatasi burnout, yang dibutuhkan bukan hanya waktu untuk berhenti bekerja, melainkan juga kesempatan untuk benar-benar memulihkan diri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....