Mengenal intuisi diri untuk Kebahagiaan

  • 30 Jun 2026 11:25 WIB
  •  Jambi

RRI. CO. ID, Jambi - Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam European Journal of Psychology menunjukkan bahwa kemampuan mengenali, menerima, dan bertindak selaras dengan kondisi batin atau intuisi diri berkaitan erat dengan tingkat kebahagiaan serta kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi.

Dilansir dari Psychology Today, para peneliti memperkenalkan konsep self-connection atau keterhubungan dengan diri sendiri. Konsep ini terdiri atas tiga komponen utama, yaitu kesadaran terhadap kondisi internal, penerimaan diri tanpa menghakimi, serta kemampuan menyelaraskan tindakan dengan apa yang benar-benar dirasakan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang memiliki tingkat self-connection lebih tinggi cenderung memiliki aktualisasi diri yang lebih baik, vitalitas yang lebih tinggi, harga diri yang positif, kemampuan menghadapi berbagai tantangan hidup, serta kesejahteraan psikologis yang lebih baik secara keseluruhan. Namun, para peneliti menegaskan bahwa sekadar menyadari perasaan tidaklah cukup. Seseorang juga perlu menerima kondisi tersebut dan menjadikannya sebagai dasar dalam mengambil keputusan sehari-hari.

Meski pengambilan keputusan sering kali dianggap sebagai proses yang sepenuhnya rasional, penelitian menunjukkan bahwa otak juga mengandalkan sistem berpikir cepat yang memanfaatkan pengalaman, memori emosional, dan kemampuan mengenali pola yang telah terbentuk selama bertahun-tahun. Dengan kata lain, intuisi merupakan hasil dari akumulasi pengalaman yang diproses secara tidak sadar.

Sejumlah penelitian di bidang neurosains juga menemukan bahwa intuisi tidak hanya berasal dari pikiran, tetapi turut melibatkan sinyal-sinyal fisik dari tubuh. Sensasi seperti rasa nyaman, ringan, tegang, atau tidak nyaman dapat menjadi petunjuk yang membantu seseorang menilai situasi dan menentukan pilihan yang tepat. Kemampuan mengenali sinyal internal tubuh ini dikenal dengan istilah interosepsi (interoception).

Para peneliti menyebutkan bahwa keputusan yang selaras dengan nilai-nilai pribadi dan kondisi diri sendiri cenderung memberikan kepuasan hidup yang lebih tinggi dibandingkan keputusan yang semata-mata didorong oleh tekanan sosial atau harapan orang lain.

Untuk melatih kemampuan tersebut, peneliti menyarankan beberapa langkah sederhana. Di antaranya adalah meluangkan waktu sejenak untuk memperhatikan respons tubuh sebelum mengambil keputusan, mencatat pengalaman sehari-hari yang berkaitan dengan intuisi, serta menyediakan waktu tenang setiap pagi tanpa gangguan gawai. Kebiasaan-kebiasaan ini diyakini dapat membantu seseorang lebih mengenali dirinya sendiri, sehingga mampu mengambil keputusan yang sesuai dengan kebutuhan, nilai, dan tujuan hidupnya.

Pada akhirnya, intuisi bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan logika. Sebaliknya, ketika dipadukan dengan pertimbangan rasional, intuisi dapat menjadi sumber kebijaksanaan yang membantu seseorang menjalani kehidupan dengan lebih percaya diri, bahagia, dan sejahtera.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....