Psikolog Ungkap: Ini Bukan Tanda “Belum Move On” dari Mantan

  • 27 Mei 2026 15:25 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi – Sering terbangun dengan ingatan jelas tentang mantan atau seseorang dari masa lalu? Tenang, Anda tidak sedang "gagal move on". Fenomena ini bisa dijelaskan melalui Zeigarnik Effect dalam psikologi kognitif.

Zeigarnik Effect menjelaskan bahwa otak manusia cenderung lebih mengingat hal yang belum tuntas dibanding yang sudah selesai. Ketika hubungan berakhir tanpa penutupan emosional yang jelas, otak menganggapnya sebagai "file terbuka" dan terus memprosesnya termasuk lewat mimpi.

Di era digital, pemicu fenomena ini makin kompleks. Jejak media sosial, algoritma yang menyajikan konten bernuansa nostalgia, hingga kelelahan kronis yang mengganggu siklus REM, semua dapat memperpanjang “masa berlaku” file memori tersebut. Namun, para ahli sepakat yang menentukan dampaknya bukan frekuensi ingatan itu muncul, melainkan bagaimana kita meresponsnya.

Bagaimana Membantu Otak “Menutup File” yang Terbuka?

Berdasarkan rekomendasi klinis dan riset intervensi psikologis terkini, berikut pendekatan yang dapat diterapkan secara mandiri:

1. Tulis, Jangan Simpan Lakukan structured journaling. Tuliskan apa yang ingin Anda sampaikan, pertanyaan yang belum terjawab, dan akui secara eksplisit bahwa beberapa hal memang tidak akan pernah mendapat respons. Proses menulis membantu prefrontal cortex mengambil alih pemrosesan emosi dari amigdala.

2. Ciptakan Ritual Penutupan Simbolik. Penutupan tidak harus melibatkan mantan. Bisa berupa surat yang tidak dikirim, sesi konseling singkat, atau meditasi terarah yang secara sadar “menyatakan selesai” pada bab tersebut.

3. Atur Pemicu Lingkungan. Mute atau batasi akses ke akun, lagu, atau tempat yang secara tidak sadar memicu nostalgia. Kurangi konsumsi konten “what if” di jam-jam menjelang tidur.

4. Alihkan ke “Task Completion” Nyata Zeigarnik Effect bekerja dua arah. Saat Anda menyelesaikan proyek baru, mencapai target pribadi, atau membangun rutinitas sehat, otak akan secara alami menggeser fokus dari file lama ke pencapaian yang sedang berjalan.

Memimpikan atau teringat masa lalu bukanlah tanda kelemahan. Dengan pemahaman ilmiah dan strategi pengelolaan emosi yang tepat, Anda bisa mengubah “file yang terbuka” menjadi arsip yang rapi, sehingga energi mental dapat dialihkan untuk membangun kehidupan yang lebih utuh ke depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....