Akademisi Soroti Ketergantungan UMKM pada Pinjaman Informal
- 17 Sep 2026 16:40 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masih menghadapi tantangan dalam mengakses pembiayaan untuk mengembangkan usahanya. Salah satu pola yang perlu dihindari adalah ketergantungan terhadap pinjaman informal.
Dosen Ekonomi Universitas Dinamika Bangsa (Unama), Laura Prasasti, mengatakan sebagian UMKM masih berada pada pola pengelolaan usaha yang mengandalkan relasi keluarga maupun pertemanan, termasuk untuk memperoleh modal.
"UMKM masih berada pada tahap relational governance, yang artinya mengandalkan relasi keluarga atau pertemanan dalam akses modal dan pengolahan usaha," tutur Laura saat memberikan materi dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pembiayaan Selektif dan Peningkatan Kapasitas UMKM di Jambi,yang diselenggarakan Kanwil DJPb Provinsi Jambi, Kamis 17 September 2026.
Menurut Laura, pola tersebut dapat menjadi persoalan apabila pelaku usaha tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik.
Ia mengingatkan pelaku UMKM agar tidak membangun usaha dengan pola pinjam-meminjam yang justru membuat keuangan semakin terbebani.
"Jangan sampai pinjam tetangga, pinjam ibu, apalagi pinjam duit sekolah anak," katanya.
Laura juga mengingatkan risiko pinjaman dengan bunga tinggi yang dapat membuat pelaku usaha terjebak dalam pola "gali lubang, tutup lubang".
Karena itu, menurutnya, akses pembiayaan formal harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas pengelolaan usaha. Pelaku UMKM perlu memahami pembukuan, permodalan dan penggunaan dana agar pembiayaan benar-benar digunakan untuk memperkuat usaha.
Selain aspek keuangan, Laura menyebut terdapat sejumlah kapasitas yang harus diperkuat UMKM untuk dapat naik kelas, antara lain kapasitas produksi, sumber daya manusia, keuangan dan pemasaran.
"Masalahnya juga di modal. Makanya tadi dibantu dalam hal pembiayaan supaya ibu-ibu semua UMKMnya bisa," tuturnya.
Ia menilai peningkatan kapasitas dan akses pembiayaan perlu berjalan beriringan agar pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga mampu mengelolanya secara produktif dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....