Pemkot Jambi Hidupkan Kembali Kota Tua Jadi Pusat Wisata Kuliner

  • 03 Apr 2026 16:30 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Pemerintah Kota Jambi terus menggenjot kebangkitan kawasan bersejarah, melalui peluncuran pusat Wisata Kuliner Kota Tua yang diproyeksikan menjadi destinasi malam baru sekaligus motor penggerak ekonomi masyarakat. Wali Kota Jambi, Maulana, bahkan turun langsung meninjau lokasi, Kamis 2 /4/2026.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa revitalisasi Kota Tua bukan sekadar wacana, tetapi program serius yang tengah dipersiapkan secara matang. Maulana menegaskan bahwa kawasan Kota Tua memiliki nilai historis yang sangat besar dan tidak boleh dibiarkan mati aktivitas, terutama pada malam hari.

“Insya Allah besok kita akan resmikan menjadi pusat kuliner wisata Kota Tua. Kita inisiasi sejak awal saya dilantik bahwa kita ingin mendorong kawasan Kota Tua ini produktif siang hari dan malam hari. Malam harinya ini sangat sunyi dan banyak terjadi hal-hal yang negatif,” kata Walikota Jambi.

Pada masa lalu kawasan tersebut merupakan pusat aktivitas ekonomi yang hidup selama 24 jam, terhubung langsung dengan sistem pelabuhan dan pasar tradisional. Seiring perkembangan zaman, aktivitas di kawasan itu mulai meredup akibat terpisahnya sistem pasar modern dan tradisional. Hal inilah yang ingin kembali dihidupkan oleh Pemerintah Kota Jambi.

“Karena di Kota Tua ini punya nilai historis sejarah yang luar biasa, di mana di sini dulu pasti kakek kita, ayah kita pernah menginjakkan tempat ini. Dan ini dulu aktif dua puluh empat jam karena terhubung dengan sistem pelabuhan dan pasar Angso Duo yang dulu aktif sekali, barang-barang masuk lewat sungai dua puluh empat jam. Sekarang kenapa ditinggalkan? Karena memisahkan antara sistem pasar modern di sana, WTC, dan sistem pasar tradisional. Kita ingin kembali mengangkat historis sejarah itu untuk mengaktifkan dan mengenang memori masa lalu,” jelas Maulana.

Pada tahap awal pengembangan akan difokuskan pada sektor kuliner. Namun ke depan, kawasan tersebut akan dikembangkan lebih luas, termasuk wisata bernuansa Melayu dan religi. Untuk mendukung program tersebut, Pemkot Jambi juga melakukan berbagai pembenahan, mulai dari penataan kawasan, perbaikan infrastruktur jalan, hingga pengelolaan sampah agar kawasan tetap bersih dan nyaman bagi pengunjung.

Kehadiran Wisata Kuliner Kota Tua ini mampu menjadi magnet baru bagi masyarakat Kota Jambi, khususnya di malam hari, sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi berbasis kerakyatan. Dengan konsep menggabungkan nilai sejarah, ekonomi, dan budaya, kawasan Kota Tua kini bersiap bangkit—bukan hanya sebagai ruang kenangan, tetapi juga sebagai pusat aktivitas baru yang hidup sepanjang waktu di Kota Jambi, pungkas Maulana.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....