Meraih Rezeki di Usia Senja

  • 14 Apr 2025 10:47 WIB
  •  Jambi

KBRN, Jambi : Sebagian lansia ada yang berpendapat bahwa saat usia senja adalah saat untuk beristirahat, mengurangi aktifitas fisik dan lebih banyak memanfaatkan waktu untuk refresing, rekreasi, bermain bersama cucu dan menikmati sisa umur dengan lebih banyak beribadah mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Namun tidak demikian halnya dg pasangan suami istri "Maulana (65) dan Sudarnawati (60).

Pasangan suami istri yang memiliki 5 anak dan beberapa cucu ini, di usia senjanya masih tetap semangat bekerja mencari nafkah untuk kebutuhan hidup. "Prinsipnyo kerjo itu ibadah, selain jugo ibadah-ibadah lainnyo, seperti : sholat, puaso, zakat, sedekah, dan lain-lain", ujar Maulana dalam bahasa daerah yang kental.

Meski memiliki anak-anak yang sudah mapan, mereka berdua tidak mau menggantungkan hidupnya pada anak-anak, dan tetap beraktifitas untuk mendapatkan penghasilan sendiri. Sehari-hari pasangan suami istri yang masih tampak sehat dan bugar ini berjualan kantong plastik dan makanan/minuman ringan kemasan di salah satu lapak yang ada di pasar Aur Duri.

Pelanggannya rata-rata adalah para pedagang di pasar yang membutuhkan kantong plastik untuk membungkus jualannya. Anak-anaknya pernah menyarankan untuk berhenti berjualan, sudah saatnya anak-anak yang mengurus mereka. Namun mereka tidak bergeming.

"Tiap bulan adalah kami bantu untuk kebutuhan sehari-hari, tapi memang tidak berhenti jualan, katanya tidak mau nganggur di rumah", ujar Yoppy Selay,

anak ketiga Maulana yang telah memberinya seorang cucu berusia 11 bulan. Sebelum berjualan di pasar Aur Duri, Maulana dan Sudarnawati pernah tercatat sebagai pelaku UMKM di pasar Angso Duo. Puluhan tahun mereka pernah berjualan disana, sebelum akhirnya mereka memutuskan pindah ke pasar Aur Duri.

"Waktu itu pasar Angso Dua kan dibongkar, mau dipindah ke pasar Angso Duo baru, disekitar situ juga. Pedagangnya mau direlokasi ke tempat yang baru. Waktu itu ada pendataan pedagang, siapa-siapa yang mau direlokasi diminta mendaftar. Cuma kendalanya di tempat baru itu sewa lapaknya agak mahal buat pedagang kecil seperti orang tua kami, apalagi kalau beli. Jadi terpaksa pindah jualan ke pasar Aur Duri. Alhamdulillah sudah ada lebih kurang 5 tahun di pasar Aur Duri, lanjut Yoppy.

Berdagang memang sudah mendarah daging bagi Maulana dan Sudarnawati. Meski hasil yang didapat tidak membuat mereka kaya, tapi kekayaan batin bagi mereka adalah sesuatu yang tidak ternilai harganya. Usia lanjut bukanlah penghalang bagi mereka dalam mengais rezeki. Rezeki untuk kehidupan mereka sehari-hari.

Sekali-sekali mereka dikunjungi oleh anak-anaj dan cucu di kios tempat mereka mengais rezeki. Kebahagiaan tersendiri saat mereka bisa memberi uang jajan buat cucu-cucu tercinta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....