Hiburan anak ala dua sekawan
- 31 Jan 2025 10:47 WIB
- Jambi
KBRN, Jambi : Bagi sebagian orang yang masih menuntut ilmu, baik di bangku sekolah ataupun perguruan tinggi ternyata tidak melulu harus bergelut dengan buku. Selain itu tidak sedikit diantaranya yang hidup mandiri, tidak membebani orang tua untuk membiayai sekolah atau kuliahnya. Contohnya Willy Saputra dan Yopi Suherman. Keduanya merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi ternama di Jambi.
Dua sekawan asal Sabak Kabupaten Tanjung Jabung Timur ini kuliah di Fakultas Ekonomi jurusan akuntansi. Mereka bukan berasal dari kalangan keluarga berada, tapi hanya dari kalangan keluarga sederhana. Namun ketekunan dan tekad keras mereka menjadikan mereka sebagai pemuda mandiri.
Berbekal modal dari orang tua masing-masing, 2 tahun lalu mereka patungan membuka usaha arena permainan anak yang diberi nama Dua Sekawan, berlokasi di sekitar lapangan Buluran Kenali.
"Awalnya kami jalan-jalan melihat keramaian pasar malam disini, waktu itu ada pawai obor menyambut tahun baru Muharam. Kami lihat ada seorang bapak menyewakan mobil-mobilan kepada orang tua yang banyak datang membawa anak. Sekali sewa mobil-mobilan, putar-putar sekitar lapangan, bayar 20 ribu. Dari situlah awalnya muncul ide untuk membuka arena bermain anak. Mungkin karena kami ini mahasiswa Fakultas Ekonomi, jadi spontan saja melihat itu sebagai peluang bisnis. Sampai akhirnya jadilah usaha bersama ini", ujar Willy.
Selain arena bermain anak, mereka juga menyewakan fasilitas melukis. Baik arena permainan ataupun melukis, tarifnya sama, hanya 15 ribu rupiah, main sepuasnya.
"Untuk melukis, kertas hasil lukisannya boleh dibawa pulang. Kalau peralatan melukisnya, semua kami siapkan," jelasnya.
Arena bermain dua sekawan buka mulai pukul 5 sore sampai pukul 9 malam. Khusus Sabtu Minggu tutup pukul 10 malam. Rata-rata pengunjung 20 sampai 25 orang per malam. Dari hasil usaha arena bermain ini, Willy dan Yopi bisa membayar biaya kuliahnya sendiri sekitar 6 juta rupiah per semester, tanpa meminta lagi dari orang tua, termasuk untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Saat ditanya apa yang menjadi kendala mereka selama ini?
"Hujan, kalau sdh hujan, agak sedikit repot kita", ujarnya.
Mereka pun berharap semoga semakin banyak orang tua yang membawa anak-anaknya ke arena bermain yang mereka kelola.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....