Bubur sum-sum Makanan Banyak Manfaat

  • 07 Jan 2025 13:42 WIB
  •  Jambi

KBRN, Jambi : Bubur sum-sum merupakan makanan olahan terbuat dari tepung beras, berwarna putih seperti sum-sum tulang. Bubur yang biasanya berwarna putih ini memiliki tekstur lembut di mulut. Bubur sum-sum termasuk makanan khas nusantara yang sudah banyak dikenal masyarakat, tidak terkecuali di Jambi.

Salah satu UMKM yang sudah hampir 5 tahun menjual bubur sum-sum di Jambi adalah es bubur sum-sum mutiara, milik Mulyati yang biasa disapa Yati. Ia membuka usahanya di Jalan Siwabessy Buluran Kenali, Telanaipura. Tanah kosong di depan rumahnya ia manfaatkan untuk lapak jualan guna menambah penghasilan keluarga. Suaminya hanya seorang kurir expedisi yang tidak berpenghasilan tinggi, sementara sehari-hari ia harus menghidupi 3 anak dan menanggung ibunya yang sudah berusia 76 tahun.

Berbekal keahliannya membuat kue yang dipelajarinya saat masih duduk di bangku SMK jurusan tata boga, ia pun membuka usaha es bubur sum-sum, selain juga menerima pesanan kue di rumahnya. "Sebetulnya saya membuat bubur sum-sum ini sudah lama, rutin buat ibu saya. Saya ingin menjaga kesehatannya. Bubur sum-sum kan banyak manfaatnya buat kesehatan. Dari apa yang saya pelajari waktu sekolah dulu, guru saya pernah bilang bahwa bubur sum-sum itu kaya akan kalsium untuk tulang dan gigi, mengandung kolagen untuk menjaga kesehatan kulit, tinggi zat besi untuk mencegah anemia, bagus untuk kesehatan pencernaan, kandungan nutrisinya juga tinggi, dan masih banyak manfaat lainnya.

Karenanya saya rutin membuatnya untuk ibu saya. Lambat laun saat anak-anak mulai sekolah dan butuh biaya, barulah kefikir buat jualan, selain juga terima pesanan kue. Biasanya kalau kue banyak pesanan kalau dekat-dekat lebaran, atau ada yang kenduri, ulang tahun, dan sebagainya. Jadi buatnya kalau ada pesanan saja. Kalau bubur sumsum sudah rutin buat untuk ibu saya. Tapi kalau buat jualan sekitar 5 tahunan lah", tutur Yati. Kalau untuk ibunya Yati hanya membuat bubur sum-sum warna putih dengan tambahan sedikit gula merah cair. Sedangkan untuk jualan ia membuatnya bervariasi dengan campuran mutiara, bubur hijau, santan, gula merah cair dan es batu. Harga per porsinya 5 ribu rupiah.

Setiap harinya ia menyiapkan sekitar 100 porsi untuk dijual kecuali Jumat, ia libur jualan. "Kalau Jumat libur, karena saya ikut kegiatan ibu-ibu yasinan RT, mulai jam 2 siang sampai ashar di Masjid. Biasanya jualan mulai jam 10 pagi sampai jam 4 sore. Tapi kalau sebelum jam 4 sudah habis, langsung berkemas. Kan tinggal melangkah ke rumah", ujarnya sembari menunjuk ke arah rumahnya. Dari hasil berjualan, Yati pun bisa membantu suaminya menopang ekonomi keluarga.

Sebagian penghasilannya juga disisihkannya 5 ribu rupiah per hari untuk ditabung, dan setiap Jumat disedekahkannya ke masjid saat kegiatan yasinan. "Bukan bermaksud riya', tapi memang disisihkan buat sedekah membersihkan rezeki yang kita dapat", ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....