Bijak Gunakan Paylater, Ancaman Nyata Masa Depan Gen Z
- 31 Agt 2026 20:29 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Kemudahan akses kredit digital atau paylater kini menjelma menjadi bom waktu bagi generasi muda. Fenomena banyaknya Generasi Z yang terjerat tumpukan utang konsumtif dinilai tidak hanya merusak stabilitas keuangan pribadi saat ini, tetapi juga secara langsung mengancam prospek karier mereka di masa depan.
Akademisi dan Pengamat Ekonomi dari Universitas Jambi (Unja), Ahmad Soleh, menyoroti pergeseran perilaku konsumsi anak muda yang semakin impulsif akibat ilusi kemudahan bertransaksi. Menurutnya, desain aplikasi pembiayaan digital kerap menjebak kalangan muda untuk berbelanja melampaui kapasitas finansial mereka yang sebenarnya. Hal ini umumnya didorong oleh tekanan lingkungan dan keinginan untuk memenuhi tuntutan gaya hidup di media sosial, bukan berdasarkan kebutuhan pokok.
"Dampak dari perilaku konsumtif yang berujung pada gagal bayar tagihan ini sangat fatal dan bersifat jangka panjang. Ahmad Soleh menjelaskan bahwa setiap riwayat keterlambatan atau penunggakan kredit secara otomatis terekam dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tutur Ahmad Soleh, Senin , 31 Agustus 2026.
Skor kredit yang memburuk ini akan menjadi rekam jejak finansial yang terus melekat pada identitas seseorang dan sulit dipulihkan jika utang pokok beserta bunganya tidak segera dilunasi.
Buruknya riwayat kredit tersebut kini berdampak langsung pada dunia kerja. Semakin banyak perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga instansi pemerintahan yang menjadikan rekam jejak SLIK OJK yang bersih sebagai salah satu syarat mutlak dalam tahapan rekrutmen pegawai. Akibatnya, tumpukan utang demi gaya hidup sesaat berpotensi besar menggugurkan peluang generasi muda untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, termasuk memupus harapan bagi mereka yang bercita-cita meniti karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Untuk mencegah kehancuran finansial dan karier, Soleh menekankan pentingnya pengendalian diri dan penerapan literasi keuangan secara disiplin sejak dini. Ia mendesak generasi muda untuk berhenti menggunakan fasilitas utang digital demi mendanai pengeluaran yang sifatnya tersier dan tidak mendesak. Kesadaran bahwa utang masa kini merupakan beban yang akan merenggut kebebasan dan kesempatan di masa depan harus menjadi prinsip utama dalam mengelola keuangan pribadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....