Masyarakat Jambi Harus Bijak Pilih Instrumen Investasi

  • 30 Agt 2026 14:49 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Memiliki kesadaran untuk menabung dan menyisihkan pendapatan saja dinilai belum cukup di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Masyarakat kini dituntut untuk lebih bijak dalam berinvestasi agar nilai aset tidak tergerus oleh inflasi dan mampu menjamin keamanan finansial di masa depan.

Menyambung pentingnya menghindari jebakan penipuan berkedok investasi, Akademisi dan pengamat ekonomi dari Universitas Jambi (Unja), Ahmad Soleh, menegaskan bahwa langkah berinvestasi yang tepat harus dilandasi oleh perencanaan yang matang. Ia mengingatkan bahwa setiap individu memiliki kebutuhan dan batas toleransi risiko yang berbeda-beda.

"Investasi itu ibarat kendaraan untuk mencapai tujuan finansial kita. Tidak ada satu jenis investasi yang paling sempurna atau cocok untuk semua orang. Kuncinya adalah bijak memilih instrumen yang sesuai dengan kapasitas keuangan dan target waktu masing-masing," kata Ahmad Soleh, Minggu 30 Agustus 2026.

Untuk memulai langkah investasi yang terencana dan terhindar dari kerugian, Soleh menyarankan masyarakat untuk konsisten menerapkan strategi berikut:

Tetapkan Tujuan yang Spesifik: Sebelum menempatkan dana, pastikan peruntukan investasi tersebut jelas, misalnya untuk dana pendidikan anak, persiapan masa pensiun, atau biaya ibadah. Tujuan yang jelas akan mempermudah penentuan jangka waktu investasi (pendek, menengah, atau panjang).

Kenali Profil Risiko Pribadi: Pahami sejauh mana kesiapan mental dan finansial Anda dalam menghadapi fluktuasi nilai aset. Bagi tipe konservatif, instrumen minim risiko seperti reksa dana pasar uang, emas, atau Surat Berharga Negara (SBN) lebih ideal. Sebaliknya, bagi yang berani mengambil risiko tinggi, instrumen saham bisa menjadi pertimbangan.

Terapkan Diversifikasi Aset: Hindari menaruh seluruh modal dalam satu instrumen yang sama. Membagi dana ke beberapa jenis aset akan berfungsi sebagai pelindung atau hedging; jika satu instrumen mengalami penurunan nilai, kerugian dapat ditutupi oleh keuntungan dari instrumen lainnya.

Konsisten Meski Nominal Kecil: Keberhasilan investasi jangka panjang tidak selalu diukur dari besarnya modal awal. Membangun kebiasaan Dollar Cost Averaging (DCA) atau berinvestasi secara rutin setiap bulan dengan nominal kecil jauh lebih efektif dan sehat bagi arus kas bulanan.

Soleh menambahkan bahwa investasi harus dijadikan sebagai kebiasaan jangka panjang yang rasional, bukan sekadar ajang ikut-ikutan tren pasar (Fear of Missing Out). Ia mendorong masyarakat untuk terus membekali diri dengan literasi keuangan dan mengevaluasi portofolio investasinya secara berkala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....