Era Digital, Masyarakat Diharapkan Bisa Tingkatkan Literasi Keuangan
- 02 Jul 2026 08:52 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Di tengah masifnya transformasi digital dan kemudahan bertransaksi, literasi keuangan masyarakat justru menghadapi tantangan besar dengan munculnya modus investasi ilegal yang semakin canggih. Menanggapi situasi tersebut, dosen dan peneliti ekonomi Universitas Jambi, Dr. Ahmad Soleh, SE, ME, mendesak otoritas terkait untuk memperketat pengawasan sekaligus mendorong edukasi publik yang lebih agresif.
Beliau menegaskan bahwa maraknya kasus penipuan berkedok investasi kebun kurma hingga kolam lele menjadi indikator nyata bahwa pemahaman masyarakat mengenai hubungan antara risiko dan keuntungan masih sangat minim.
"Kasus-kasus yang berulang ini membuktikan bahwa pekerjaan rumah kita dalam membangun literasi keuangan masyarakat masih sangat menumpuk," ungkap Ahmad Soleh, Rabu, 1 Juli 2026.
Beliau mengingatkan agar publik selalu memegang teguh prinsip legalitas dan logis sebelum menyetorkan dana ke lembaga atau program kemitraan apa pun, serta wajib memeriksa status resmi perusahaan di Otoritas Jasa Keuangan.
"Jangan pernah menyetor uang sebelum memastikan aspek legalitasnya, karena di dalam hukum ekonomi, tidak ada konsep untung besar tanpa risiko besar, dan bisnis riil apa pun pasti dipengaruhi fluktuasi harga pakan, cuaca, serta rantai pasok yang tidak bisa ditebak secara instan," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....