Tips Investasi Saham Pemula Manfaatkan Momentum Diskon dan Sektor Energi Hijau

  • 29 Jun 2026 10:39 WIB
  •  Jambi

RRI.co.id, JAMBI — Lanskap pasar modal Indonesia tengah menawarkan momentum yang dinilai sangat strategis bagi para investor, khususnya generasi muda. Di tengah fluktuasi indeks dan pergeseran sentimen global, pasar saham saat ini justru membuka peluang besar untuk mengoleksi aset-aset berkualitas tinggi dengan harga yang relatif terdiskon.

Menanggapi dinamika ini, akademisi dari Universitas Jambi (Unja), Ahmad Soleh, memberikan analisisnya mengenai sektor saham apa saja yang paling menarik dan prospektif untuk dilirik saat ini, sekaligus membagikan strategi cerdas bagi para investor pemula di Jambi.

Memanfaatkan Momentum "Diskon" Saham Perbankan Besar

Menurut Ahmad Soleh, salah satu daya tarik utama di pasar saham saat ini adalah koreksi harga yang terjadi pada sektor perbankan berkapitalisasi besar (Big Caps), khususnya kelompok bank BUMN seperti BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk).

Beliau menilai, tekanan harga yang sempat dialami oleh saham perbankan belakangan ini lebih banyak dipicu oleh sentimen pasar makro dan aliran dana asing (foreign outflow), bukan karena penurunan kinerja perusahaan. Secara fundamental, kapasitas cetak laba dan penyaluran kredit perbankan nasional masih sangat solid.

"Bagi anak muda atau investor yang berorientasi jangka panjang, penurunan harga pada saham-saham blue chip seperti perbankan ini adalah momentum emas. Ini saatnya membeli saham perusahaan hebat yang sedang 'salah harga' atau berada di area diskon (undervalued). Apalagi kelompok ini konsisten membagikan dividen yield yang menarik setiap tahunnya," ujar Ahmad Soleh, Senin, 29 Juni 2026.

Melirik Masa Depan: Sektor Energi Hijau dan Transisi Teknologi

Selain perbankan sebagai jangkar portofolio, Ahmad Soleh juga menyoroti dua sektor masa depan yang perkembangannya kian nyata dan memiliki ruang pertumbuhan (growth) sangat lebar:

Sektor Energi Baru Terbarukan (EBT): Sejalan dengan komitmen global dan nasional menuju Net Zero Emission, emiten yang bergerak di bidang pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) seperti PGEO, serta rantai pasok ekosistem baterai, menjadi aset yang sangat seksi untuk investasi kurun waktu 3 hingga 5 tahun ke depan.

Sektor Teknologi Berbasis Efisiensi (AI): Investor kini tidak lagi melirik perusahaan teknologi yang sekadar membakar uang, melainkan emiten yang sukses mengintegrasikan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk memotong biaya operasional dan mendongkrak profitabilitas.

Strategi Value Investing dan Kedewasaan Psikologis

Sebagai seorang akademisi, Ahmad Soleh mengingatkan bahwa daya tarik instrumen saham hanya akan menghasilkan keuntungan jika dikelola dengan strategi yang rasional, bukan emosional. Beliau sangat menyarankan pemula untuk mengadopsi metode Value Investing—yaitu fokus membeli bisnisnya, bukan sekadar menebak arah pergerakan grafiknya.

Beliau juga menekankan pentingnya menerapkan metode mencicil secara berkala atau Dollar Cost Averaging (DCA). Strategi ini dinilai sangat cocok untuk mahasiswa atau pekerja muda di Jambi agar bisa berinvestasi secara konsisten tanpa perlu stres memantau pergerakan pasar setiap detik.

"Pasar saham itu unik, ia adalah tempat memindahkan uang dari orang yang tidak sabaran kepada orang yang sabar. Tantangan terbesar saat ini bukan memilih sahamnya, melainkan menjaga psikologis kita agar tidak terjebak FOMO saat harga naik tinggi, dan tidak panic selling saat pasar sedang terkoreksi," jelasnya.

Langkah Awal untuk Anak Muda Jambi

Ahmad Soleh mengajak generasi muda di Jambi untuk mulai memanfaatkan kemudahan teknologi melalui aplikasi sekuritas resmi yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Jangan takut untuk memulai karena modal saat ini sudah sangat terjangkau, bahkan bisa dimulai dari harga satu lot saham yang setara dengan harga beberapa cangkir kopi kekinian. Hal terpenting adalah mulailah dengan 'uang dingin', pelajari laporan keuangannya secara sederhana, dan biarkan faktor waktu bekerja melipatgandakan aset Anda," pungkas Ahmad Soleh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....