Investasi Emas Batangan atau Perhiasan, Tergantung Kebutuhan

  • 28 Mei 2026 23:47 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Emas hingga kini masih menjadi salah satu instrumen investasi favorit masyarakat Jambi untuk mengamankan nilai kekayaan. Namun, di tengah masyarakat sering kali muncul perdebatan mengenai mana yang lebih menguntungkan antara berinvestasi dalam bentuk emas batangan (logam mulia) atau perhiasan emas.

Menyikapi hal tersebut, akademisi sekaligus pengamat ekonomi dari Jambi, Ahmad Soleh, menegaskan bahwa kedua jenis emas ini memiliki fungsi dan karakteristik yang sangat berbeda. Jika tujuan utamanya adalah murni untuk investasi dan meraup keuntungan jangka panjang, maka emas batangan adalah pilihan yang jauh lebih unggul.

Ahmad Soleh menjelaskan, perbedaan mendasar yang membuat perhiasan kurang efektif sebagai instrumen investasi terletak pada komponen biaya pembuatan. Saat membeli perhiasan, konsumen harus membayar biaya cetak atau ongkos rakit yang berkisar antara 10 hingga 20 persen dari nilai emasnya, dan biaya tersebut akan hangus saat perhiasan dijual kembali.

"Kalau tujuannya murni untuk investasi atau menabung masa depan, pilihlah emas batangan. Emas batangan harganya murni mengikuti pergerakan pasar dunia tanpa ada potongan biaya pembuatan yang besar. Sebaliknya, jika membeli perhiasan, nilai jual kembalinya (buyback) pasti jatuh karena toko akan memotong ongkos bikin dan biaya penyusutan fisik," ujar Ahmad Soleh, Kamis, 28 Mei 2026.

Kelebihan dan Kekurangan: Sesuaikan dengan Kebutuhan

Guna memberikan panduan yang jelas bagi masyarakat sebelum membeli, Ahmad Soleh merinci perbandingan kedua instrumen tersebut berdasarkan fungsi ekonomisnya:

Emas Batangan (Logam Mulia): Memiliki kadar kemurnian hingga 99,99% (24 karat). Keuntungannya adalah selisih harga jual dan beli (spread) jauh lebih tipis, mudah digadaikan, serta dilengkapi sertifikat resmi yang diakui secara global. Kekurangannya, emas ini tidak bisa dipakai sebagai aksesori tubuh dan harus disimpan di tempat yang sangat aman seperti Safety Deposit Box.

Perhiasan Emas: Memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai alat investasi sekaligus penunjang penampilan (gaya hidup). Namun, kadarnya biasanya lebih rendah (sekitar 16 hingga 22 karat) agar teksturnya cukup kuat untuk dibentuk. Kekurangan utamanya adalah adanya potongan harga yang cukup besar saat dijual kembali akibat aus atau perubahan tren model.

"Perhiasan itu sebenarnya lebih tepat dikategorikan sebagai aset konsumtif yang memiliki nilai simpan, bukan investasi murni. Masyarakat boleh saja membeli perhiasan, tapi jangan berharap keuntungan modal (capital gain) yang maksimal dari sana," tambahnya.

Di akhir penjelasannya, Ahmad Soleh menyarankan agar masyarakat yang memiliki dana terbatas tetapi ingin berinvestasi secara aman, untuk memanfaatkan program tabungan emas digital resmi yang kini banyak disediakan oleh BUMN atau lembaga keuangan yang diawasi OJK. Metode ini dinilai jauh lebih praktis dan minim risiko kehilangan fisik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....