Tumbuh Positif, Penyaluran KUR dan UMi di Provinsi Jambi Mendukung UMKM Naik Kelas

  • 06 Mei 2026 21:57 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi- Pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui berbagai program pembiayaan. Hingga 31 Maret 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Provinsi Jambi menunjukkan kinerja yang positif.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jambi selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jambi Tunas Agung Jiwa Brata menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memastikan akses pembiayaan bagi UMKM semakin luas dan tepat sasaran.

“Pemerintah melalui berbagai program yang telah dibentuk terus berupaya menjangkau dan memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh pelaku UMKM, salah satunya melalui subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi),” ujarnya saat rilis bersama yang berlangsung di aula BPS Provinsi Jambi, Selasa 5 Mei 2026.

Ia menjelaskan, penyaluran KUR di Provinsi Jambi hingga akhir Maret 2026 telah mencapai Rp1.893,36 miliar yang disalurkan kepada 20.703 debitur, atau setara 27,36 persen dari target tahunan. Penyaluran ini didominasi oleh KUR Mikro.

“Dibandingkan tahun 2025, penyaluran KUR di Jambi mengalami pertumbuhan sebesar 1,49 persen secara year-on-year. Ini menunjukkan adanya peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha, meskipun masih perlu terus dioptimalkan,” kata Kakanwil Tunas Agung.

Dari sisi sektor, mayoritas penyaluran KUR di Jambi terserap pada sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan dengan porsi mencapai 67,38 persen. Hal ini berbeda dengan tren nasional yang didominasi sektor perdagangan besar dan eceran. Untuk wilayah, Kabupaten Muaro Jambi menjadi daerah dengan penyaluran KUR terbesar, yakni Rp278,09 miliar kepada 3.014 debitur.

Selain KUR, penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) juga mencatatkan pertumbuhan signifikan. Hingga 31 Maret 2026, UMi di Jambi telah disalurkan sebesar Rp135,01 miliar kepada 16.919 debitur.

“Penyaluran UMi di Provinsi Jambi mengalami peningkatan yang sangat signifikan, yakni sebesar 144,07 persen dibandingkan tahun lalu. Ini menunjukkan semakin banyak pelaku usaha ultra mikro yang memanfaatkan fasilitas pembiayaan ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyaluran UMi di Jambi berkontribusi sebesar 10,54 persen terhadap total penyaluran di regional Sumatera dan 3,35 persen secara nasional. Skema kelompok menjadi pilihan utama debitur, dengan penyalur terbesar adalah Permodalan Nasional Madani (PNM).

Adapun wilayah dengan penyaluran UMi tertinggi tercatat di Kabupaten Tebo dan Kota Jambi. “Tingginya minat terhadap skema kelompok menunjukkan pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam memperluas akses pembiayaan, khususnya bagi pelaku usaha ultra mikro,” kata Tunas Agung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....