Sektor Perbankan Jambi Stabil dan Tumbuh
- 26 Mei 2025 19:59 WIB
- Jambi
KBRN, Jambi : Kinerja intermediasi Bank Umum (BU) stabil dan tumbuh, per Maret 2025 kredit tumbuh sebesar 6,78 persen (yoy) menjadi Rp 54,90 triliun. Data Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi (OJK Jambi) menunjukkan, kredit konvensional tumbuh sebesar 5,72 persen (yoy) menjadi Rp 48,49 triliun dan untuk pembiayaan syariah tumbuh sebesar 15,58 persen menjadi Rp 6,40 triliun.
“Terdapat peningkatan pada Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 5,07 persen (yoy) yang berasal dari DPK perbankan konvensional yang meningkat sebesar 1,21 persen (yoy) menjadi Rp 42,22 triliun. Dan peningkatan DPK perbankan syariah sebesar 49,94 persen (yoy) menjadi sebesar Rp 5,38 triliun,” kata Yan Iswara, Kepala OJK Jambi, Senin (26/5/2025).
Sementara Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Umum atau kemampuan bank dalam menyalurkan dana yang dihimpun menjadi kredit pada Maret 2025 tercatat sebesar 115,34 persen atau lebih tinggi dari LDR BU nasional sebesar 89,01 persen. Sementara itu, kualitas kredit masih terjaga dengan rasio NPL sebesar 1,78 persen atau di bawah rasio NPL nasional sebesar 2,14 persen. Berdasarkan jenis penggunaan, kredit BU di Jambi masih didominasi oleh konsumsi sebesar 42,61 persen diikuti investasi sebesar 29,15 persen dan modal kerja sebesar 28,24 persen.
Sedangkan berdasarkan kategori debitur, porsi penyaluran kredit kepada UMKM tercatat sebesar 46,61 persen dan non-UMKM sebesar 53,39 persen.
Hal ini sejalan dengan porsi penyaluran kredit terbesar pada sektor bukan lapangan usaha-rumah tangga (termasuk multiguna) sebesar 28,71 persen, diikuti dengan sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar 28,51 persen dan perdagangan besar dan eceran sebesar 15,53 persen.
Penyaluran kredit BPR di Jambi mengalami penurunan pada Maret 2025 sebesar 5,62 persen (yoy) menjadi Rp1,06 triliun, namun DPK meningkat sebesar 3,41 persen (yoy) menjadi Rp 949,55 miliar.
Loan to Deposit Ratio (LDR) BPR di Jambi pada Maret 2025 tercatat sebesar 84,07 persen dan kualitas kredit bermasalah dengan rasio NPL sebesar 16,05 persen.
Porsi kredit modal kerja sebesar 54,82 persen dari total penyaluran kredit, diikuti dengan investasi sebesar 30,88 persen dan konsumsi sebesar 14,30 persen. Selanjutnya, porsi penyaluran BPR kepada UMKM tercatat sebesar 83,79 persen dan kepada non-UMKM sebesar 16,21 persen.
Berdasarkan lapangan usaha, porsi terbesar pada sektor konstruksi sebesar 22,45 persen, diikuti oleh sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar 18,93 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....