Tercatat Kinerja Bank Umum Stabil dan Tumbuh
- 30 Mar 2025 22:16 WIB
- Jambi
KBRN, Jambi : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jambi mencatat kinerja intermediasi Bank Umum (BU) stabil dan tumbuh.
"Per Januari 2025 kredit tumbuh sebesar 8,00 persen (yoy) menjadi Rp 54,41 triliun. Kredit konvensional tumbuh sebesar 6,69 persen (yoy) menjadi Rp 48,15 triliun dan untuk pembiayaan syariah tumbuh sebesar 19,23 persen menjadi Rp 6,26 triliun, " kata Yang Iswara, Kepala OJK Jambi, Selasa (18/3/2025).
Selain itu, terdapat peningkatan pada Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 9,24 persen (yoy) yang berasal dari DPK perbankan konvensional yang meningkat sebesar 7,96 persen (yoy) menjadi Rp 42,52 triliun, dan peningkatan DPK perbankan syariah sebesar 22,80 persen (yoy) menjadi sebesar Rp 4,56 triliun.
Loan to Deposit Ratio (LDR) BU pada Januari 2025 tercatat sebesar 115,57 persen atau lebih tinggi dari LDR BU nasional sebesar 88,88 persen. Sementara itu, kualitas kredit masih terjaga dengan rasio NPL atau kredit bermasalah sebesar 1,80 persen atau di bawah rasio NPL nasional sebesar 2,15 persen.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit BU di Jambi masih didominasi oleh konsumsi sebesar 42,45 persen diikuti investasi sebesar 29,01 persen dan modal kerja sebesar 28,54 persen.
Selanjutnya, berdasarkan kategori debitur, porsi penyaluran kredit kepada UMKM tercatat sebesar 46,29 persen dan non-UMKM sebesar 53,71 persen.
Hal ini sejalan dengan porsi penyaluran kredit terbesar masih pada sektor bukan lapangan usaha-rumah tangga (termasuk multiguna) sebesar 28,78 persen, diikuti dengan sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar 27,72 persen dan perdagangan besar dan eceran sebesar 15,92 persen.
Penyaluran kredit BPR di Jambi mengalami peningkatan pada Januari 2025 sebesar 5,16 persen (yoy) menjadi Rp1,05 triliun, selaras juga dengan peningkatan DPK sebesar 2,96 persen (yoy) menjadi Rp958,07 milyar.
Loan to Deposit Ratio (LDR) BPR di Jambi pada Januari 2025 tercatat sebesar 83,45 persen dan kualitas kredit bermasalah dengan rasio NPL sebesar 15,84 persen.
Porsi kredit modal kerja sebesar 53,74 persen dari total penyaluran kredit, diikuti dengan investasi sebesar 31,26 persen dan konsumsi sebesar 15,00 persen. Selanjutnya, porsi penyaluran BPR kepada UMKM tercatat sebesar 83,14 persen dan kepada non-UMKM sebesar 16,86 persen.
Berdasarkan lapangan usaha, porsi terbesar pada sektor konstruksi sebesar 22,10 persen, diikuti oleh sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar 19,36 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....