Generasi Z di Kenal Dinamis Kreatif terhadap Gaya Hidup

  • 11 Mei 2026 09:35 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Generasi Z yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 dikenal sebagai generasi yang dinamis, kreatif, dan sangat akrab dengan teknologi digital. Mereka tumbuh di tengah perkembangan media sosial yang begitu pesat, sehingga tren gaya hidup, hiburan, hingga pola konsumsi sangat mudah memengaruhi keseharian mereka. Namun, di balik kreativitas dan kemampuan adaptasi yang tinggi, tidak sedikit Gen Z yang terjebak dalam budaya konsumtif demi memenuhi tuntutan gaya hidup modern.

Survei Financial Fitness Index 2024 mengungkapkan bahwa empat dari sepuluh kaum muda urban lebih memilih menabung untuk membeli barang bermerek, liburan, hingga menonton konser. Bahkan, sebagian rela berutang kepada teman maupun keluarga demi memenuhi kebutuhan tersier tersebut. Fenomena ini menunjukkan bahwa gaya hidup mewah sering kali dianggap sebagai bentuk validasi sosial dan cara untuk mendapatkan pengakuan di lingkungan pergaulan maupun media sosial. Jika terus dibiarkan, pola konsumsi berlebihan ini dapat menjadi ancaman serius bagi stabilitas keuangan di masa depan.

Di tengah badai PHK massal dan tingginya angka pengangguran yang banyak didominasi generasi muda, konsep “frugal living” atau gaya hidup hemat menjadi semakin relevan. Frugal living bukan sekadar mengurangi pengeluaran, tetapi lebih kepada membangun kesadaran finansial, memprioritaskan kebutuhan, serta menghindari perilaku konsumtif yang berlebihan. Bagi Gen Z yang kerap terjebak budaya hedonisme dan flexing di media sosial, beralih ke pola hidup sederhana dan berkelanjutan menjadi langkah cerdas untuk menjaga kestabilan finansial jangka panjang.

Melalui penerapan frugal living, Gen Z mulai membiasakan diri untuk menabung, mengurangi pengeluaran yang tidak penting, dan lebih bijak dalam mengelola pendapatan. Gaya hidup ini juga mengajarkan pentingnya memiliki tujuan keuangan yang jelas, seperti membangun dana darurat, investasi, atau mempersiapkan masa depan. Dengan demikian, uang tidak lagi dihabiskan hanya demi mengikuti tren sesaat, melainkan digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar memberikan manfaat.

Secara umum, frugal living merupakan gaya hidup yang berfokus pada kesadaran finansial dan keberlanjutan dengan memaksimalkan nilai dari setiap pengeluaran. Prinsip utamanya meliputi intentional spending, yaitu membelanjakan uang secara bijak berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar keinginan sesaat. Selain itu, terdapat konsep resource optimization, yakni memanfaatkan barang dan sumber daya yang sudah dimiliki secara maksimal agar tidak mudah tergoda membeli hal baru yang sebenarnya belum diperlukan.

Tak hanya berdampak pada kondisi finansial, frugal living juga berkaitan dengan upaya waste reduction atau pengurangan limbah konsumsi demi menjaga lingkungan. Dengan membeli barang seperlunya dan memanfaatkan apa yang sudah ada, seseorang dapat mengurangi pemborosan sekaligus membantu menciptakan pola hidup yang lebih ramah lingkungan. Oleh karena itu, menerapkan frugal living tidak hanya membantu mengurangi stres keuangan karena pengelolaan uang menjadi lebih sehat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....