Tak Lengkap Masakan Tanpa Santan

  • 31 Jul 2025 08:04 WIB
  •  Jambi

KBRN, Jambi : Tempat penggilingan cabe dan peras santan menjadi salah satu tempat yang banyak didatangi orang setiap harinya di pasar. Salah satunya tempat penggilingan cabe dan peras santan di salah satu kios sekitaran Pasar Aur Duri. Pemililiknya biasa disapa Haji Sapek, pria berdarah Bugis Makasar yang telah lama menetap di Jambi.

Karyawan Haji Sapek tampak bolak-balik tak henti, mulai membuka kelapa, memisahkan daging kelapa dari batoknya, hingga memeras dan membungkusnya ke dalam plastik. Ada juga yang sibuk menimbang cabe, mencuci, menggiling dan membungkusnya. Siti, salah satu pekerjanya yang juga masih keponakannya di kios tersebut mengatakan, kesibukannya memang sudah menjadi bagian dari pekerjaannya sehari-hari.

"Biasolah kalu di Jambi ko tiap hari rame nian orang datang beli cabe, santan, bumbu giling, dan lain-lain. Dak putus-putus orang datang meras kelapo, giling cabe, bumbu jugo. Kalu di Jambi ko samo bae dengan Padang, dak lengkap kalu masak dak pake santan", ujar

Salah seorang pelanggan, Ibu Aisyah, yang sempat diwawancarai mengatakan, hampir saban hari ia memasak sayur atau ikan atau daging atau lainnya dengan santan.

"Dak lamak rasonyo makan bilo dak ado sambal dak pakai santan" ujarnya

dalam logat Minang yang kental. Untuk itu ia senantiasa memasok santan dan cabe giling di kulkas rumahnya. Sang pemilik kios, Haji Sapek mengatakan, kalau hari sabtu atau hari libur terkadang kelapa yang disiapkan seperti tidak pernah cukup. Untungnya pasokan bahan baku kelapa yang didatangkannya dari Sabak dan Tungkal, tidak pernah putus.

"Alhamdulillah, bahan baku lancar, jarang putus. Kalu putus, dak lamo", paparnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....