Pengusaha Pecinta Seni
- 26 Feb 2025 19:51 WIB
- Jambi
KBRN, Jambi : Nama asli yang diberikan orangtuanya saat ia lahir adalah Is Andika. Namun pria berdarah Sunda ini lebih dikenal dengan panggilan Mang Aloy. Ia adalah seorang seniman Jambi yang telah lama menggeluti dunia seni dan kebudayaan di Jambi. Kecintaannya pada seni dan budaya telah membawanya menjadi penerima anugerah kebudayaan kategori prulalisasi pada tahun 2006 dari presiden VI Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.
Hal itu menjadi salah satu prestasi terbaik atas hasil kerja kerasnya mengkolaborasi nilai-nilai budaya yang ada di provinsi Jambi, seloko dan pantun Nusantara.
"Saat itu ada empat belas seniman ternama dari empat belas suku yang berbeda dan empat puluh pelaku seni lainnya dari beragam ras yang terlibat pagelaran Jambi Art Festival. Waktu itu saya sudah aktif di Dewan Kesenian Jambi dibawah pimpinan almarhum Ramli Jalil. Dari situlah awalnya saya menjadi salah satu nominator penerima penghargaan itu" tuturnya.
Selain dikenal sebagai seniman, ternyata Mang Aloy juga dikenal sebagai pelaku UMKM yang usahanya tidak bisa dilepaskan dengan jiwa seninya. Tahun 2009 ia mendirikan Jambi Visual, usaha kecil dan menengah yang bergerak di bidang percetakan, pengadaan dan rumah produksi audio visual. Pelanggannya banyak dari kalangan pemerintahan.
"Entah kenapa, pelanggan saya itu hampir rata-rata dari kalangan pemerintahan. Mungkin karena saya seniman, banyak berhubungan dengan gawe-gawe pemerintah" ujarnya.
Saat ditanya apa kendala yang dihadapi dalam mengelola usahanya, ia pun menyampaikan bahwa pergantian sistem lelang online e-catalog menjadi salah satu kendala buat para pelaku UMKM, karena tidak semua pelaku UMKM terdaftar di e-catalog. Tapi disisi lain, menurutnya ini menjadi motivasi para pelaku UMKM untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan regulasi yang berlaku saat ini.
"Mau tidak mau kita juga harus berupaya agar bisa masuk dalam e-catalog, kalau tidak, kita bisa tergilas. Harapannya, pemerintah, khususnya pemerintah daerah, ini harus memberi kemudahan kepada para pelaku UMKM dan banyak melibatkan UMKM pada pengadaan-pengadaan kebutuhan pemerintah daerah, meskipun saat ini banyak pemerintah daerah yang harus berfikir keras bagaimana program bisa berjalan di tengah efesiensi yang dilakukan oleh pe mm erintah pusat" ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....