Cakupan Posyandu Rendah Picu Kenaikan Stunting di Jambi
- 26 Jan 2026 09:42 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Angka stunting di Provinsi Jambi kembali menjadi perhatian publik. Berdasarkan rilis terakhir Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Jambi mengalami kenaikan signifikan.
Dari sebelumnya berada di angka 13,5 persen, kini prevalensi stunting meningkat menjadi 17,1 persen, atau naik sekitar 3,6 persen. Kondisi ini menjadi sorotan, mengingat pada tahun 2023 Jambi sempat masuk jajaran provinsi dengan angka stunting terendah secara nasional.
Sekretaris BKKBN Provinsi Jambi, Yudi Hendra Musrizal, menjelaskan bahwa kenaikan angka stunting tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah masih rendahnya cakupan penimbangan balita secara rutin di Posyandu.
“Cakupan penimbangan balita bulanan di Jambi masih berada di bawah target nasional sebesar 90 persen, sehingga berdampak pada pemantauan pertumbuhan balita secara optimal,” ungkapnya, Senin 26 Januari 2026.
Selain itu, meningkatnya angka remaja putri yang mengalami anemia, balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan dalam kurun waktu tertentu, serta ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis juga turut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko stunting di daerah.
Yudi menambahkan, faktor lain yang memengaruhi angka prevalensi stunting adalah permasalahan sampling data pada pelaksanaan survei. Tidak seluruh wilayah kabupaten terakomodasi secara merata dalam pengambilan sampel SSGI.
“Beberapa daerah seperti Batanghari, Muaro Jambi, Bungo, dan Merangin disebut memiliki keterbatasan keterwakilan data saat survei dilakukan, sehingga turut memengaruhi hasil prevalensi secara keseluruhan,” tambahnya.
Meski demikian, Yudi menegaskan Pemerintah Provinsi Jambi tetap berkomitmen melakukan percepatan penurunan stunting. Upaya tersebut dilakukan melalui Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) dengan pembinaan dan pendampingan yang terus digencarkan hingga ke tingkat desa.
Sejalan dengan itu, BKKBN bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga juga menjalankan program prioritas bertajuk Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Program tersebut menekankan kolaborasi lintas sektor tanpa membebani anggaran negara, dengan melibatkan penyuluh keluarga berencana serta mitra di lapangan dalam upaya menurunkan angka stunting secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....